Tolak Beri Rekaman Asli, Maroef Dinilai Pakai Politik Adu Domba

Jum'at, 11 Desember 2015 - 12:05 WIB
Tolak Beri Rekaman Asli,...
Tolak Beri Rekaman Asli, Maroef Dinilai Pakai Politik Adu Domba
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Kahar Muzakir menilai, Presiden Direktur (Presdir) Freeport Maroef Sjamsoeddin telah megadu domba presiden, DPR dan seluruh rakyat dengan pihak asing.

Hal itu dikatakan Kahar lantaran Maroef tidak bersedia meminjamkan bukti rekaman original yang diduga adalah percakapan dari Maroef, Ketua DPR Setya Novanto dan Pengusaha Minyak Riza Chalid terkait kasus dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam perpanjangan kontrak Freeport.

"Ya asal muasalnya kan bukti rekaman dan rekamannya enggak mau dikasih ke kita, kan ini mau mengadu domba namanya. Sesama anak bangsa oleh perusahaan asing," ujar Kahar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/12/2015).

"Kita di sini sudah geger dunia, ternyata rekaman yang jadi bukti itu. Kan disembunyikan. Tepa-tepu saja biar kita gontok-gontokan, sementara PT Freeport tetap berjaya," tegasnya.

Politikus Partai Golkar itupun mempertanyakan tindakan Maroef yang enggan memberikan rekaman tersebut. Dia juga mempertanyakan, merekam pembicaraan dirinya bersama Novanto dan Riza atas dasar sebagai Presdir Freeport atau untuk membela bangsa Indonesia.

Menurut Kahar, alasan Maroef yang menyebut rekaman yang original sama dengan yang copy-an adalah alasan yang dibuat-buat. "Endak ada perlu, wong faktanya dia tidak mau kasih. Kalau sama, pasti (dikasih) bagus," ucapnya.

Politikus Partai Golkar itupun mempertanyakan tindakan Maroef yang enggan memberikan rekaman tersebut. Dia juga mempertanyakan, merekam pembicaraan dirinya bersama Novanto dan Riza atas dasar sebagai Presdir Freeport atau untuk membela bangsa Indonesia.

"Saya nanya, Maroef itu bertindak dan bergerak atas nama Presiden Freeport? PT FI itu perusahaan mana? Asing. Jangan suka bantu asing dong," tegas Kahar.

Maka itu, lanjut dia, apabila tidak ada rekaman original maka MKD tidak dapat melakukan pemeriksaan kembali secara mendalam. Padahal, seharusnya Maroef memberikan rekaman original itu ke MKD. Sehingga adalah hal yang wajar apabila Novanto yang dituduh mencatut nama dan meminta saham melakukan pembelaan.

Terlebih, memang tidak ada indikasi catut nama dan minta saham yang dilakukan oleh Novanto. "Ada orang laporkan, ini pak ada rekaman. Lapornya ke MKD, enam butir. Itu kan terbuka, kita menapak kan? Yang pencatutan itu memang tidak ada. Terus Setya Novanto di rekaman tidak meminta apa-apa. Sekarang buktinya kan rekaman, dan rekaman tidak mau dikasih. Apalagi yang mau dicari?" tandas Kahar.

PILIHAN:
Usut Pencucian Uang Wawan, KPK Periksa Kepala Desa

Polisi Paling Banyak Dilaporkan ke Komnas HAM
(kri)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
IPO Pertamina Berpotensi...
IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Pertamina Butuh Dukungan Semua Pihak
KNPI: Selamatkan Pertamina...
KNPI: Selamatkan Pertamina dari Cengkeraman Mafia Migas!
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
Tolak Beri Amunisi,...
Tolak Beri Amunisi, Bos Wagner Marah ke Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved