Di India Perusahaan Helikopter Jokowi Terlibat Korupsi, Bagaimana di RI?

Selasa, 01 Desember 2015 - 11:01 WIB
Di India Perusahaan...
Di India Perusahaan Helikopter Jokowi Terlibat Korupsi, Bagaimana di RI?
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Intelijen India (CBI) mengumumkan telah menemukan bukti baru yang bisa mengungkap kasus korupsi di negara tersebut terkait Pemerintah India membeli sejumlah helikopter model AgustaWestland AW101.Intelijen India membongkar skandal korupsi perusahaan itu ketika memenangkan kontrak penyediaan 12 helikopter untuk presiden dan para pejabat tinggi India pada 2010.Perusahaan yang memproduksi AW101 itu diduga membayar pejabat tertentu di India untuk memenangkan kontrak senilai USD540 juta. Sebagai buntut dari tuduhan ini, beberapa tokoh pemerintah India diperintahkan CBI untuk diselidiki terkait skandal yang melibatkan Menteri Pertahanan India.”Ini merupakan perkembangan penting terkait penyelidikan yang terjebak karena tidak ada kerja sama dari Italia untuk 2,5 tahun. CD ini untuk penyelidikan korupsi," kata seorang perwira CBI seperti dilansir dari situs Times Of India, Selasa (1/12/2015).Sebelumnya, Pemerintah RI belum memutuskan usul Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna tentang pembelian helikopter AgustaWestland AW101.(Baca juga: Perusahaan Pembuat Helikopter VVIP Presiden Jokowi Terlibat Korupsi)Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, usul pengadaan helikopter AW101 akan dibahas pemerintah setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Tanah Air dari kunjungan di Paris, Perancis."Jangan terus buruk sangka. Itu baru wacana yang dikembangkan. Nanti jadi atau tidak kita lihat. Belum ada keputusan," ujar Luhut di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin 30 Novemver 2015.‎Diketahui, usul pembelian helikopter Agusta Westland AW101 buatan Italia-Inggris itu untuk menggantikan helikopter Super Puma yang sudah berusia 25 tahun.Rencananya, helikopter AgustaWestland AW101 itu untuk keperluan Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan tamu-tamu kenegaraan.Presiden Jokowi bertolak ke Paris, Perancis pada Minggu 29 November 2015 untuk menghadiri tujuh acara dalam rangkaian Konferensi Perubahan Iklim (COP) 21. Rencananya, Presiden Jokowi kembali ke tanah air pada Selasa 1 Desember 2015 malam.Pilihan:Fadli Zon Ingin Manuver Sudirman Said Masuk Wilayah HukumChina Akhirnya Akui Natuna Milik Indonesia
(maf)
Berita Terkait
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Pangkoarmada II Inspeksi...
Pangkoarmada II Inspeksi Kapal Perang
Mantan Sekjen Kemhan...
Mantan Sekjen Kemhan Kritik Prabowo Beli Alutsista Bekas, Ini Penjelasannya
Perlu Evaluasi Modernisasi...
Perlu Evaluasi Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Dilengkapi Meriam Kaliber...
Dilengkapi Meriam Kaliber 40 mm, KRI Tuna-876 Perkuat Koarmada I
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved