Johan Budi Bungkam Ditanya Soal Capim KPK

Jum'at, 27 November 2015 - 20:59 WIB
Johan Budi Bungkam Ditanya...
Johan Budi Bungkam Ditanya Soal Capim KPK
A A A
JAKARTA - Salah satu Calon Pemimpin (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi enggan menanggapi langkah Komisi III DPR menunda pembahasan kelanjutan proses seleksi ‎Capim KPK.Johan yang merupakan ‎Pelaksana tugas (Plt) Pemimpin KPK ini memilih tak memberikan komentarnya. "Waduh, saya enggak komentar soal Capim, saya kan Capimnya," ujar Johan di Kantor PPATK, Jakarta, Jumat (27/11/2015).Saat ditanya apakah dirinya sebagai salah satu Capim KPK merasa khawatir dipolitisasi Komisi III, Johan bungkam. ‎Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah menunggu sikap Komisi III DPR atas nasib sepuluh nama Capim KPK tersebut.‎"Soal Capim, kita tunggu satu sampai dua hari sampai Senin (30/11/2015)," tutur Luhut di lokasi yang sama. Luhut yakin, DPR akan merespons dengan baik.Saat ditanya jika nantinya Komisi III DPR memilih hanya empat dari sepuluh nama‎, Luhut enggan menanggapi. ‎"Jangan berandai-andai, kita tunggu dari sana," pungkasnya.Diketahui, DPR telah menerima sepuluh nama calon pemimpin KPK. Delapan nama diantaranya telah diserahkan panitia seleksi (Pansel) beberapa waktu yang lalu. Mereka adalah Saut Situmorang, Surya Chandra, Alexander Marwata, Basariah Panjaitan, Agus Rahardjo, Sujanarko, Johan Budi Sapto Prabowo dan Laode Muhammad Syarief.Sedangkan dua dari sepuluh Capim KPK‎ yang merupakan hasil seleksi era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Busyro Muqqodas dan Robby Arya Brata. Robby merupakan pegawai negeri di Sekretariat Kabinet dan aktif mengajar di program Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Keduanya tidak perlu lagi mengikuti fit and proper test karena telah menjalaninya pada Desember 2014. Sekadar informasi, saat ini KPK dipimpin oleh Plt. Presiden Jokowi melantik Taufiqurrahman Ruki, Indriyanto Seno Adjo dan Johan Budi sebagai Plt pemimpin KPK pada Februari 2015.Keputusan itu ‎diambil lantaran Abraham Samad dan Bambang Widjojanto tersangkut persoalan hukum di Polri. Keputusan pelantikan Plt itu sekaligus menonaktifkan sementara Samad dan Bambang.PilihanDi Balik Kasus Freeport-Setya, DPR Dikadali Sudirman SaidRotasi Anggota Golkar di MKD, Akom Mengalah demi Nasib Novanto
(maf)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
KPK Tetapkan Wali Kota...
KPK Tetapkan Wali Kota Tanjungbalai sebagai Tersangka
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved