Mustahil, Parpol Pro Jokowi Tak Back Up Sudirman Said
Kamis, 19 November 2015 - 18:42 WIB
Mustahil, Parpol Pro Jokowi Tak Back Up Sudirman Said
A
A
A
JAKARTA - Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said melaporkan kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dinilai sudah melalui perhitungan yang matang.
Pelaporan kasus itu dinilai sudah mendapatkan dukungan dari partai politik (parpol) pendukung pemerintah.
"Tak mungkin tak diback-up. Sampai ada transkrip dan sudah dibahas baru kemudian digulirkan isu ini,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ikhsan Darmawan kepada wartawan di Kampus UI, Kota Depok, Jawa Barat Kamis (19/11/2015)
Ikhsan yakin Sudirman sudah memikirkan risikonya sebelum melaporkan kasus itu. Termasuk mempersiapkan bukti-buktinya. "Di balik itu juga ada kepentingan politik, kalau tidak mana mungkin berani,” katanya. (Baca juga: Politikus PDIP Curigai Konspirasi di Balik Kasus Catut Nama Jokowi)
Kendati demikian, dia menilai Presiden Jokowi tidak akan mengambil peran banyak dalam persoalan ini.
“Presiden akan terlihat tidak terlalu bermain. (Kalau) enggak tahu sama sekali enggak mungkin juga," ucapnya.
Dia menilai jika Ketua DPR Setya Novanto terbukti melakukan apa yang dituduhkan Sudirman maka bisa dianggap melanggar etika. “Dari sisi etika itu melanggar, sebagai ketua DPR minta fee itu jelas enggak boleh," ujarnya.
PILIHAN:
Ketua PTUN Medan Dituntut Empat Tahun Penjara
Pelaporan kasus itu dinilai sudah mendapatkan dukungan dari partai politik (parpol) pendukung pemerintah.
"Tak mungkin tak diback-up. Sampai ada transkrip dan sudah dibahas baru kemudian digulirkan isu ini,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ikhsan Darmawan kepada wartawan di Kampus UI, Kota Depok, Jawa Barat Kamis (19/11/2015)
Ikhsan yakin Sudirman sudah memikirkan risikonya sebelum melaporkan kasus itu. Termasuk mempersiapkan bukti-buktinya. "Di balik itu juga ada kepentingan politik, kalau tidak mana mungkin berani,” katanya. (Baca juga: Politikus PDIP Curigai Konspirasi di Balik Kasus Catut Nama Jokowi)
Kendati demikian, dia menilai Presiden Jokowi tidak akan mengambil peran banyak dalam persoalan ini.
“Presiden akan terlihat tidak terlalu bermain. (Kalau) enggak tahu sama sekali enggak mungkin juga," ucapnya.
Dia menilai jika Ketua DPR Setya Novanto terbukti melakukan apa yang dituduhkan Sudirman maka bisa dianggap melanggar etika. “Dari sisi etika itu melanggar, sebagai ketua DPR minta fee itu jelas enggak boleh," ujarnya.
PILIHAN:
Ketua PTUN Medan Dituntut Empat Tahun Penjara
(dam)