Pansus Pelindo Rawan Digembosi, KPK Perlu Lakukan Penyadapan
Rabu, 18 November 2015 - 15:56 WIB
Pansus Pelindo Rawan Digembosi, KPK Perlu Lakukan Penyadapan
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menyadap semua anggota dan pemimpin Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II di DPR. Penyadapan juga perlu dilakukan terhadap jajara kemeterian terkait.
Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka mengatakan alasan perlunya dilakukan penyadapan untuk mencegah terjadinya kongkalikong.
"Mohon dibantu agar tidak ada aliran dana pada siapapun sebagai upaya penggembosan terhadap Pansus Pelindo II," ujar Rieke dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Rabu (18/11/2015).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, penyadapan itu sekaligus untuk menelusuri rumor yang berkembang adanya upaya penggembosan terhadap proses penyelidikan di Pansus Pelindo II.
"Saya mendengar rumor, bahkan telah ada beberapa pihak yang diajak jalan-jalan dan pertemuan di luar negeri untuk dibereskan," ucapnya.
Maka itu dia juga berharap media terus memantau proses penyelidikan kasus Pelindo II yang dilakukan di DPR.
"Saya masih yakin, kita semua masih memiliki nasionalisme dan kesetiaan pada konstitusi kita. Saya yakin media Indonesia akan ikut berjuang mewartakan kebenaran sebagai bagian dari upaya menyelamatkan aset negara," tandasnya.
Baca: Pansus Pelindo Fokus Kejar Pihak Asing yang Membekingi RJ Lino.
Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka mengatakan alasan perlunya dilakukan penyadapan untuk mencegah terjadinya kongkalikong.
"Mohon dibantu agar tidak ada aliran dana pada siapapun sebagai upaya penggembosan terhadap Pansus Pelindo II," ujar Rieke dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Rabu (18/11/2015).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, penyadapan itu sekaligus untuk menelusuri rumor yang berkembang adanya upaya penggembosan terhadap proses penyelidikan di Pansus Pelindo II.
"Saya mendengar rumor, bahkan telah ada beberapa pihak yang diajak jalan-jalan dan pertemuan di luar negeri untuk dibereskan," ucapnya.
Maka itu dia juga berharap media terus memantau proses penyelidikan kasus Pelindo II yang dilakukan di DPR.
"Saya masih yakin, kita semua masih memiliki nasionalisme dan kesetiaan pada konstitusi kita. Saya yakin media Indonesia akan ikut berjuang mewartakan kebenaran sebagai bagian dari upaya menyelamatkan aset negara," tandasnya.
Baca: Pansus Pelindo Fokus Kejar Pihak Asing yang Membekingi RJ Lino.
(kur)