Pengadilan Rakyat Kasus 1965 di Belanda karena Kecewa pada Negara

Rabu, 11 November 2015 - 16:30 WIB
Pengadilan Rakyat Kasus...
Pengadilan Rakyat Kasus 1965 di Belanda karena Kecewa pada Negara
A A A
JAKARTA - Adanya International People's Tribunal atau pengadilan rakyat ‎yang digelar di Den Haag, Belanda untuk mengungkap peristiwa pembantaian di Indonesia periode tahun 1965-1966, dinilai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap negara.Mantan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2007-2012, Ifdhal Kasim berpendapat, pembentukan pengadilan rakyat kasus 1965 itu adalah hak masyarakat.Lebih lanjut dia menjelaskan, adanya International People's Tribunal atau pengadilan rakyat kasus 1965 itu ‎atas inisiatif masyarakat."Kenapa mereka menginisiasi pengadilan rakyat itu? Karena kecewa dengan negara yang punya kewajiban untuk mengadili kasus 1965 itu tidak menjalankan kewajibannya," ujarnya kepada Sindonews, Rabu (11/11/2015).Sehingga lanjut dia, International People's Tribunal atau pengadilan rakyat kasus 1965 diadakan masyarakat di Den Haag, Belanda, mulai ‎Selasa 10 November 2015 kemarin hingga Jumat 13 November 2015.Dia berpendapat, diadakannya International People's Tribunal atau pengadilan rakyat kasus 1965‎ di Den Haag, Belanda, sebagai hal yang absah."Dan penting dilakukan dalam konteks untuk menyadarkan semua orang bahwa ada sesuatu yang belum selesai pada sejarah negeri ini," tutur Ifdhal.Lebih jauh dia mengungkapkan, ‎banyak warga yang menjadi korban suatu peristiwa politik saat itu dan tidak pernah diselesaikan oleh negara."Karena itu menurut saya, apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam mendirikan pengadilan untuk rakyat itu sesuatu yang penting untuk mendorong negara ini menjalankan kewajibannya," ‎pungkasnya.Pilihan:Hendardi: Soeharto Banyak Catatkan Praktik AntikepahlawananBamsoet: Emang Gue Pikirin Ancaman Golkar Kubu Agung
(maf)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas Korban...
Aksi Solidaritas Korban untuk Keadilan
Aksi Kamisan ke-766
Aksi Kamisan ke-766
Pemerintah Akui Adanya...
Pemerintah Akui Adanya Pelanggaran HAM Berat
Presiden Jokowi Sorot...
Presiden Jokowi Sorot dan Akui Pelanggaran HAM di Masa Lalu
Komnas HAM Sebut Polri...
Komnas HAM Sebut Polri Jadi Instansi Paling Sering Diadukan Soal Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan ke-792,...
Aksi Kamisan ke-792, Desak Pemerintah Jamin Penegakan HAM
Berita Terkini
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved