Soal SE Hate Speech, Jokowi Patut Tiru Kesabaran SBY

Sabtu, 07 November 2015 - 16:40 WIB
Soal SE Hate Speech,...
Soal SE Hate Speech, Jokowi Patut Tiru Kesabaran SBY
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya meniru kesabaran Presiden ke-6 Indonesia Suliso Bambang Yudhoyono (SBY) yang selama 10 tahun menjadi menjabat tak pernah mengeluarkan aturan apapun untuk penanganan ujaran kebencian atau hate speech.

Sementara Jokowi baru menjelang setahun menjabat, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait hate speech tersebut.

"Presiden SBY berapakali ia dikritik dan dihina, tidak terhitung, presiden yang relatif lebih demokratis, tidak pernah mengeluarkan SE selama pemerintahannya," ujar Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago kepada Sindonews, Sabtu (7/11/2015).

"Patut ditiru kesabarannya dalam alam demokrasi, siap dikritik dan dihina, memimpin adalah menderita paling tidak ada juga benarnya," sambungnya.

Pangi mengatakan, nilai utama perjuangan demokrasi adalah kebebasan yang bertanggung jawab dan menyuarakan aspirasi yang bertanggung jawab. Demokrasi lahir mengantikan nilai lama yaitu feodalisme, raja selalu benar, mengkritik raja mengkritik Tuhan, raja tidak pernah salah, hampir sulit ruang kritik bagi raja.

"Lalu masuk nilai-nilai baru yaitu demokrasi yang mengantikan nilai-nilai lama tadi. Proses pergeseran nilai-nilai lama ke nilai baru memang bukan persoalan yang gampang," jelasnya.

Lanjut Pangi, demokrasi membawa nilai utama yaitu raja tidak selalu benar dan raja boleh dikritik. Demokrasi mengantikan nilai lama seperti feodalisme. "Nah kalau ada presiden yang antikritik berarti sudah sama dengan feodalisme," tegasnya.

Sementara itu, lanjut Pangi, republik adalah insentif dari demokrasi. Re artinya kembali, sedangkan publik = ke rakyat. Pemerintahan yang kembali ke tangan rakyat. Artinya rakyat yang mengawasi dan mengkritik pemerintah.

"Terkadang benar juga, bisa mengkonfirmasi bahwa kepemimpinan sipil punya potensi lebih otoritarian dibandingkan pemimpin dari kalangan militer. Rezim ini mulai tidak nyaman dengan kritik, arahnya sudah mulai bergerak ke sana," pungkas Pangi.

PILIHAN:
Target Tak Tercapai, Fadli: Reshuffle Jilid II Harus Segera

Batasan SE Hate Speech Dinilai Abu-abu
(kri)
Berita Terkait
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Polemik Penceramah Radikal,...
Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Bikin Malu, Setop Polemik...
Bikin Malu, Setop Polemik Bansos Antara Pemprov DKI dan Pusat
Tuai Polemik Soal Merek...
Tuai Polemik Soal Merek Dagang, Pakar Jelaskan Makna Mie Gacoan
Eri Syofiar Minta Maaf...
Eri Syofiar Minta Maaf Gunakan Akun Palsu untuk Fitnah Mulyadi
Kontroversi Alat Kontrasepsi...
Kontroversi Alat Kontrasepsi untuk Pelajar, Kemenkes Buka Suara
Berita Terkini
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Infografis
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved