Konflik Mereda, Golkar Diyakini Akan Tetap Bertahan di KMP
Senin, 02 November 2015 - 14:01 WIB
Konflik Mereda, Golkar Diyakini Akan Tetap Bertahan di KMP
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar dinilai akan tetap bertahan di Koalisi Merah Putih (KMP) meski polemik antara dua kubu di internal partai beringin yakni kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono sudah mencair.
"Tetap ikut Pak Ical di KMP. Karena Golkar dan KMP terlalu dekat," ujar Pengamat dari Universitas Al-Azhar Indonesia Rahmat Bagja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/11/2015).
Kendati demikian, setelah ketegangan antara kubu Ical dan Agung mencair, jarak antara Golkar dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan menjadi lebih dekat. Dalam arti, meski KMP adalah koalisi penyeimbang jalannya pemerintahan namun posisi Golkar nantinya juga akan dekat dengan pemerintah.
"Tapi Golkar ke JK juga tidak terlalu jauh," ucap Rahmat.
Dia menilai, Golkar masih menjadi penentu di KMP. Hal itu dapat dilihat ketika DPR mengesahkan APBN 2016. Saat ini di KMP hanya Gerindra yang menolak, namun pada akhirnya menerima pengesehan APBN tersebut.
"Golkar di KMP itu jadi leading. APBN, Golkar sudah mempengaruhi teman-teman KMP. Kan tadinya Gerindra menolak. Trending centernya Golkar ke depan," tandas Rahmat.
PILIHAN:
Kepala BNN Budi Waseso Sambangi MNC Media
Kesaksian Pasukan Tjakrabirawa Seputar Penculikan Dewan Jenderal
"Tetap ikut Pak Ical di KMP. Karena Golkar dan KMP terlalu dekat," ujar Pengamat dari Universitas Al-Azhar Indonesia Rahmat Bagja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/11/2015).
Kendati demikian, setelah ketegangan antara kubu Ical dan Agung mencair, jarak antara Golkar dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan menjadi lebih dekat. Dalam arti, meski KMP adalah koalisi penyeimbang jalannya pemerintahan namun posisi Golkar nantinya juga akan dekat dengan pemerintah.
"Tapi Golkar ke JK juga tidak terlalu jauh," ucap Rahmat.
Dia menilai, Golkar masih menjadi penentu di KMP. Hal itu dapat dilihat ketika DPR mengesahkan APBN 2016. Saat ini di KMP hanya Gerindra yang menolak, namun pada akhirnya menerima pengesehan APBN tersebut.
"Golkar di KMP itu jadi leading. APBN, Golkar sudah mempengaruhi teman-teman KMP. Kan tadinya Gerindra menolak. Trending centernya Golkar ke depan," tandas Rahmat.
PILIHAN:
Kepala BNN Budi Waseso Sambangi MNC Media
Kesaksian Pasukan Tjakrabirawa Seputar Penculikan Dewan Jenderal
(kri)