Pemimpin Negeri Ini Harus Belajar dari Pemuda 87 Tahun Silam
Rabu, 28 Oktober 2015 - 08:50 WIB
Pemimpin Negeri Ini Harus Belajar dari Pemuda 87 Tahun Silam
A
A
A
JAKARTA - Pada hari ini, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda.Peringataan Sumpah Pemuda untuk mengenang kegigihan semangat patriotisme pada pemuda pada 87 tahun silam.
Kegigihan tersebut menjadi akar bagi kemerdekaan Indonesia 17 tahun kemudian.
Anggota Komisi I DPR Ahmad Zainuddin Zainuddin mengatakan, para pemimpin Indonesia saat ini harus benar-benar mengambil inspirasi patriotisme dan nasionalisme dari para pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928.
"Inspirasi tentang mengutamakan persatuan, menafikan perbedaan. Inspirasi tentang optimisme Indonesia pasti akan merdeka dan maju. Inspirasi soal kedaulatan, kemandirian dan nasionalisme. Juga inspirasi tentang keindonesiaan secara utuh," ujar Zainuddin melalui keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Rabu (28/10/2015).
Zainuddin menuturkan, literatur-literatur sejarah banyak menyebutkan pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia sudah dimulai sejak awal abad 20.
Menurut dia, puncak gelombang pergerakan pertama terjadi saat digelarnya Kongres Pemuda pada tahun 1926 yang berujung pada lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928.
Dia mengatakan, Indonesia bahkan sudah lahir dengan lahirnya Sumpah Pemuda meski baru diproklamasikan 17 tahun kemudian pada tahun 1945.
"Tokoh-tokoh pemuda saat itu sudah bicara soal Indonesia secara utuh. Padahal negara ini belum ada. Dan tokoh-tokoh pemuda tahun 1928, sebagian besar mereka juga lah tokoh-tokoh di balik berdirinya negara ini tahun 1945," cetus Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di MPR ini.
Oleh karena itu, kata dia, para pemimpin Indonesia sebagai pengambil kebijakan pemerintahan dan negara saat ini harus memiliki patriotisme dan nasionalisme kuat di tengah lingkungan dunia yang terus berubah dinamis.
"Utamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara, berorientasi pada menjaga kedaulatan. Tidak mudah bergantung pada asing. Komitmen teguh pada kemandirian bangsa dan kesejahteraan," turur Zainuddin.
PILIHAN:
Persingkat Kunjungan di AS, Jokowi Ingin Redam Sinisme Publik
Kegigihan tersebut menjadi akar bagi kemerdekaan Indonesia 17 tahun kemudian.
Anggota Komisi I DPR Ahmad Zainuddin Zainuddin mengatakan, para pemimpin Indonesia saat ini harus benar-benar mengambil inspirasi patriotisme dan nasionalisme dari para pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928.
"Inspirasi tentang mengutamakan persatuan, menafikan perbedaan. Inspirasi tentang optimisme Indonesia pasti akan merdeka dan maju. Inspirasi soal kedaulatan, kemandirian dan nasionalisme. Juga inspirasi tentang keindonesiaan secara utuh," ujar Zainuddin melalui keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Rabu (28/10/2015).
Zainuddin menuturkan, literatur-literatur sejarah banyak menyebutkan pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia sudah dimulai sejak awal abad 20.
Menurut dia, puncak gelombang pergerakan pertama terjadi saat digelarnya Kongres Pemuda pada tahun 1926 yang berujung pada lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928.
Dia mengatakan, Indonesia bahkan sudah lahir dengan lahirnya Sumpah Pemuda meski baru diproklamasikan 17 tahun kemudian pada tahun 1945.
"Tokoh-tokoh pemuda saat itu sudah bicara soal Indonesia secara utuh. Padahal negara ini belum ada. Dan tokoh-tokoh pemuda tahun 1928, sebagian besar mereka juga lah tokoh-tokoh di balik berdirinya negara ini tahun 1945," cetus Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di MPR ini.
Oleh karena itu, kata dia, para pemimpin Indonesia sebagai pengambil kebijakan pemerintahan dan negara saat ini harus memiliki patriotisme dan nasionalisme kuat di tengah lingkungan dunia yang terus berubah dinamis.
"Utamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara, berorientasi pada menjaga kedaulatan. Tidak mudah bergantung pada asing. Komitmen teguh pada kemandirian bangsa dan kesejahteraan," turur Zainuddin.
PILIHAN:
Persingkat Kunjungan di AS, Jokowi Ingin Redam Sinisme Publik
(dam)