Asap Makin Parah, DPR Keluhkan Kunjungan Jokowi ke AS
Senin, 26 Oktober 2015 - 10:14 WIB
Asap Makin Parah, DPR Keluhkan Kunjungan Jokowi ke AS
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin mengeluhkan kunjungan kenegaraan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat (AS) untuk melakukan kerja sama bilateral antar dua negara tersebut.
Pasalnya, menurut dia, kondisi asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan saat ini semakin parah. Namun, presiden malah meninggalkan Indonesia.
Apalagi, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bencana asap sudah menelan korban jiwa sebanyak 10 orang, 503 ribu jiwa terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan 43 juta jiwa terkena dampak asap.
"Kami sangat menyayangkan, karena dampak asap ini sudah semakin meluas. Harusnya Jokowi menunda ke Amerika Serikat, karena masyarakat ini yang paling penting, ini sudah menjadi masalah kehormatan bangsa," ujar Andi Akmal saat dihubungi wartawan, Senin (26/10/2015).
Maka itu, kata dia, harusnya Jokowi melakukan penjadwalan ulang kunjungan kerja ke negeri Paman Sam tersebut. Pasalnya, publik akan semakin melihat bahwa Jokowi lebih mementingkan sesuatu hal yang tidak bersifat mendesak atau urgent.
"Ini kan kalau menurut saya enggak ada event yang begitu penting, ini kan masih tentatif, dijawalkan ulang saja, karena kunjungan kerja tersebut tidak terlalu mendesak," ucap Andi.
Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, presiden belum merasakan dampak langsung dari musibah asap tersebut, sehingga Jokowi lebih mementingkan kunjungan kenegaraan.
Andi meminta pada kunjungan selanjutnya ke wilayah yang terkena asap, Jokowi harus menginap dan tinggal di wilayah tersebut untuk beberapa lama, agar merasakan langsung dampak kebakaran hutan dan lahan.
"Kalau perlu presiden menginap ke tempat yang kena asap, agar bisa merasakan dampaknya, jadi lebih memprioritaskan penanggulangan asap," tandasnya.
PILIHAN:
Bola Panas Konflik Golkar-PPP Kembali ke Tangan Menkumham
DPR Isyaratkan Bentuk Pansus Kebakaran Hutan dan Bencana Asap
Pasalnya, menurut dia, kondisi asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan saat ini semakin parah. Namun, presiden malah meninggalkan Indonesia.
Apalagi, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bencana asap sudah menelan korban jiwa sebanyak 10 orang, 503 ribu jiwa terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan 43 juta jiwa terkena dampak asap.
"Kami sangat menyayangkan, karena dampak asap ini sudah semakin meluas. Harusnya Jokowi menunda ke Amerika Serikat, karena masyarakat ini yang paling penting, ini sudah menjadi masalah kehormatan bangsa," ujar Andi Akmal saat dihubungi wartawan, Senin (26/10/2015).
Maka itu, kata dia, harusnya Jokowi melakukan penjadwalan ulang kunjungan kerja ke negeri Paman Sam tersebut. Pasalnya, publik akan semakin melihat bahwa Jokowi lebih mementingkan sesuatu hal yang tidak bersifat mendesak atau urgent.
"Ini kan kalau menurut saya enggak ada event yang begitu penting, ini kan masih tentatif, dijawalkan ulang saja, karena kunjungan kerja tersebut tidak terlalu mendesak," ucap Andi.
Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, presiden belum merasakan dampak langsung dari musibah asap tersebut, sehingga Jokowi lebih mementingkan kunjungan kenegaraan.
Andi meminta pada kunjungan selanjutnya ke wilayah yang terkena asap, Jokowi harus menginap dan tinggal di wilayah tersebut untuk beberapa lama, agar merasakan langsung dampak kebakaran hutan dan lahan.
"Kalau perlu presiden menginap ke tempat yang kena asap, agar bisa merasakan dampaknya, jadi lebih memprioritaskan penanggulangan asap," tandasnya.
PILIHAN:
Bola Panas Konflik Golkar-PPP Kembali ke Tangan Menkumham
DPR Isyaratkan Bentuk Pansus Kebakaran Hutan dan Bencana Asap
(kri)