Humanika: Tak Ada Parpol yang Imun terhadap Korupsi

Minggu, 18 Oktober 2015 - 06:51 WIB
Humanika: Tak Ada Parpol...
Humanika: Tak Ada Parpol yang Imun terhadap Korupsi
A A A
JAKARTA - Penetapan Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella menjadi tersangka kasus korupsi menambah daftar politikus yang tersangkut kasus korupsi.

Rio disangka melakukan gratifikasi terkait penanganan kasus dana bantuan sosial (bansos) di Sumatera Utara. Kasus tersebut dinilai membuat citra partai politik (parpol) semakin buruk. Seolah menyadari hal itu, Rio akhirnya memilih untuk mundur dari Nasdem dan DPR.

"Semakin membuktikan tidak ada partai politik yang imun (kebal) dari korupsi," kata Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Sya'roni kepada Sindonews, Sabtu 17 Oktober 2015.

Tak pelak, kata dia, Nasdem sebagai partai "pendatang" baru juga harus harus menerima kenyataan kader utamanya harus menjadi pesakitan KPK. (Baca: Sekjen Jadi Tersangka, Nasdem Minta Maaf)

Dia menilai banyaknya kader parpol yang tersangkut kasus korupsi menunjukkan ada masalah dalam sistem politik di Indonesia. "Ini membuktikan ada yang tidak sehat dalam sistem politik kita," tandas Sya'roni.

Kondisi itu dinilainya tidak kepas dari sistem politik liberal yang menuntut pendanaan besar bagi seseorang untuk mendapatkan pejabat negara.

"Biaya sosialisasi menjadi begitu sangat besar baik untuk kampanye terjun di masyarakat maupun kampanye di udara," katanya.

Alhasil, kata dia, siapapun mau tidak mau harus menyiapkan dana besar untuk melenggang menjadi pemenang dalam perebutan jabatan politik dan pejabat negara.

Menurut dia, sumber dana itu bisa dari kantong pribadi atau pihak sponsor, bahkan bisa saja dari korupsi.

Sya'roni menilai dua sumber dana tadi jelas merusak nilai-nilai demokrasi. "Sebagai solusinya mestinya negara lah yang membiayai partai politik," katanya.

Menurut dia, parpol memiliki tugas yang sangat berat mulai dari membahas APBN, memilih Panglima TNI, Kapolri, pemimpin KPK, Gubernur Bank Indonesia, dan pemimpin lembaga kenegaraan lainnya.

Dia berpendapat seharusnya negara mengalokasikan sejumlah persentase tertentu dari APBN untuk membiayai partai politik. Kendati demikian, kata dia, kebijakan itu harus dibarengi dengan aturan hukum yang lebih keras bagi politikus yang masih melakukan korupsi.

"Hukumannya harus ditambah tiga kali lipat dari yang sekarang," katanya.


PILIHAN:


Rio Capella Tersangkut, Korupsi Elite Politik Masih Akut
(dam)
Berita Terkait
Mensos Juliari Batubara...
Mensos Juliari Batubara Menambah Jumlah Menteri yang Ditangkap KPK
Kerugian Negara Akibat...
Kerugian Negara Akibat Korupsi Bansos Jokowi Bertambah Jadi Rp250 Miliar
Strategi Mensos Risma...
Strategi Mensos Risma Menghindari Korupsi dalam Penyaluran Bansos
KPK Ungkap Isi Bansos...
KPK Ungkap Isi Bansos Presiden yang Dikorupsi dari Beras hingga Minyak Goreng
Cita Citata Siap Kembalikan...
Cita Citata Siap Kembalikan Honor Manggungnya Jika Diminta KPK
Korupsi Bansos Dibongkar...
Korupsi Bansos Dibongkar KPK: Beras Tidak Disalurkan ke Keluarga yang Berhak
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved