RI Desak Saudi Buka Hasil Pemindaian Sidik Jari Korban Mina
Selasa, 06 Oktober 2015 - 03:44 WIB
RI Desak Saudi Buka Hasil Pemindaian Sidik Jari Korban Mina
A
A
A
MEKKAH - Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mendesak Pemerintah Arab Saudi agar membuka akses hasil pemindaian sidik jari korban insiden Mina yang disimpan di pemulasaraan jenazah di Muashim, Mina.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Arsyad Hidayat menjelaskan bhawa sejak diturunkan dari kontainer di Muashim, ratusan jenazah langsung diperiksa dan diambil sampel sidik jarinya, foto dan pengambilan sampel deoxyribonucleic acid (DNA) oleh petugas dari Arab Saudi.
“Kami minta tolong agar segera dikeluarkan daftar nama korban Mina yang telah dipindai sidik jarinya, khususnya korban dari Indonesia,” pinta Arsyad di Daker Mekkah, kemarin.
Desakan itu dilakukan mengingat Mu'aishim saat ini tidak lagi merilis foto jenazah korban Mina karena semua jenazah sudah dikeluarkan dari lima kontainer pendingin yang ada di Muaisim. Meski sudah dikeluarkan, namun sejumlah jenazah belum bisa teridentifikasi.
Arsyad menambahkan, proses identifikasi tergantung dengan dokumen hasil pemindaian sidik jari dan dokumen identitas jamaah haji yang disimpan pihak kepolisian di Muaishim.
Diharapkan jika hasil pemindaian sidik jari setelah kematian (postmortem) dikeluarkan Arab Saudi, maka segera dapat dicocokan dengan data sidik jari sebelum kematian (antemortem).
Data antemortem sidik jari diperoleh ketika jamaah memindai sidik jari mereka dalam proses kedatangan di imigrasi kedatangan, yakni di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah atau King Abdul Aziz (KAA) Jeddah. “Dari sisi presisi atau ketepatan identitas, maka sidik jari lebih meyakinkan,” kata Arsyad.
Seharusnya, lanjut dia, hasil pemindaian sidik jari jenazah korban Mina langsung memuat identitas dan nomor visa jamaah. “Misalnya korban dari pekerja atau mukimin akan langsung ada nomor iqamah dan kedatangan,” urainya.
PILIHAN:
Jokowi Instruksikan Kabut Asap Tuntas Bulan Ini
Warga Cilegon Diajak Parade Defile Naik Tank Leopard
Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Arsyad Hidayat menjelaskan bhawa sejak diturunkan dari kontainer di Muashim, ratusan jenazah langsung diperiksa dan diambil sampel sidik jarinya, foto dan pengambilan sampel deoxyribonucleic acid (DNA) oleh petugas dari Arab Saudi.
“Kami minta tolong agar segera dikeluarkan daftar nama korban Mina yang telah dipindai sidik jarinya, khususnya korban dari Indonesia,” pinta Arsyad di Daker Mekkah, kemarin.
Desakan itu dilakukan mengingat Mu'aishim saat ini tidak lagi merilis foto jenazah korban Mina karena semua jenazah sudah dikeluarkan dari lima kontainer pendingin yang ada di Muaisim. Meski sudah dikeluarkan, namun sejumlah jenazah belum bisa teridentifikasi.
Arsyad menambahkan, proses identifikasi tergantung dengan dokumen hasil pemindaian sidik jari dan dokumen identitas jamaah haji yang disimpan pihak kepolisian di Muaishim.
Diharapkan jika hasil pemindaian sidik jari setelah kematian (postmortem) dikeluarkan Arab Saudi, maka segera dapat dicocokan dengan data sidik jari sebelum kematian (antemortem).
Data antemortem sidik jari diperoleh ketika jamaah memindai sidik jari mereka dalam proses kedatangan di imigrasi kedatangan, yakni di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah atau King Abdul Aziz (KAA) Jeddah. “Dari sisi presisi atau ketepatan identitas, maka sidik jari lebih meyakinkan,” kata Arsyad.
Seharusnya, lanjut dia, hasil pemindaian sidik jari jenazah korban Mina langsung memuat identitas dan nomor visa jamaah. “Misalnya korban dari pekerja atau mukimin akan langsung ada nomor iqamah dan kedatangan,” urainya.
PILIHAN:
Jokowi Instruksikan Kabut Asap Tuntas Bulan Ini
Warga Cilegon Diajak Parade Defile Naik Tank Leopard
(kri)