Laut Merah, Lokasi Favorit Piknik Jamaah Haji Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2015 - 05:05 WIB
Laut Merah, Lokasi Favorit...
Laut Merah, Lokasi Favorit Piknik Jamaah Haji Indonesia
A A A
JEDDAH - Pesisir Pantai Laut Merah, Jeddah seperti memiliki magnet yang menarik bagi jamaah haji Indonesia untuk mengunjunginya. Meski sudah ada imbauan dari Pemerintah Arab Saudi agar jamaah tidak berkunjung ke Jeddah karena bukan kota perhajian, namun tetap saja jamaah haji dari berbagai negara berkunjung.

Seperti akhir pekan lalu, jamaah haji Indonesia berjubel di halaman Masjid Al Rahma yang tepat berada di bibir pantai. Masjid yang lebih terkenal dengan sebutan masjid terapung ini berada di tepi Jalan Corniche, Kompleks Al Shati. Rata-rata jamaah Indonesia penasaran dengan masjid terapung ini.

“Awalnya penasaran dengan masjid terapung. Tapi setelah sampai di sini ya biasa saja. Lebih indah Indonesia,” kata Lasiyanto, jamaah haji kelompok terbang (kloter) 29 Solo (SOC) saat ditemui SINDO, Senin (5/10/2015).

Sementara istri Lasiyanto, Wuryati memiliki kesan yang berbeda. “Menurut saya indah ya, menyenangkan. Saya jadi tahu sejarah Raja Firaun yang dulu pernah tenggelam di Laut Merah dan penasaran dengan masjid terapung,” tutur Wuryati yang tinggal di Prambanan, Yogyakarta.

Rombongan jamaah haji asal Kabupaten Sleman ini mengaku dikoordinir oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk pergi ziarah ke Jeddah. Setiap jamaah ditarik biaya 50 riyal atau sekitar Rp190.000. Mereka mendapatkan paket kunjungan ke pesisir Laut Merah, masjid terapung, Masjid Qisas dan belanja oleh-oleh di Balad Corniche Commercial Center atau yang sering disebut Balad.

“Kami berangkat sewa bus, dan dapat makan siang. Semua sudah diatur oleh KBIH,” jelasnya.

Seusai namanya, Masjid Qisas terkenal karena merupakan lokasi tempat qisas atau memancung (memenggal) kepala bagi terpidana yang dihukuman pancung karena membunuh dan kejahatan berat lainnya. Lokasi tempat hukuman qisas berada persis di samping masjid.

Sedangkan Eko Sigit Purwanto, jamaah haji dari Tulungagung, Jawa Timur mengaku awalnya penasaran dengan masjid terapung. Namun setelah melihat kesannya berbeda. “Tadi bayangan kita mau jiarah ke laut merah dan masjid terapung. Bayangan kita para jamaah itu kan masjidnya terapung di Laut Merah, tapi ternyata tidak. Di bawahnya ada beton yang menahan. Ya kecewa ndak kecewa karena sudah sampai di sini,” ujarnya.

Meski demikian, menurutnya masjid terapung memiliki keindahan interior yang berbeda dari masjid di Arab Saudi pada umumnya. “Kubah dan interior dserta kaligrafinya di dalam masjid khas dan bagus. Kalau mengapungnya sudah tak kagum lagi,” jelasnya. Dari prasasti yang ditempel di dinding masjid diketahui bahwa masjid terapung dibangun 1986 silam.

Dia bersama rombongannya dari kloter 60 Surabaya (SUB) berangkat dari pemondokan di Mekkah dengan tiga bus ke Jeddah. Rencananya mereka akan berangkat ke Madinah pada 13 Oktober mendatang untuk melakukan Arbain di Masjid Nabawi selama 8 hari.

Kota Jeddah memiliki garis pantai Laut Merah sepanjang 80 kilometer, sehingga sehingga sering disebut sebagai the bride from the red sea atau pengantin laut merah. Dinamakan Laut Merah karena banyak ganggang berwarna merah yang ada di dalam air laut, sehingga terlihat berwarna merah.

PILIHAN:
Eks Kassospol ABRI: Jokowi Sering Blunder Karena Kebanyakan Janji

Mendagri Era Habibie Yakin Perindo Bisa Rebut Hati Masyarakat
(kri)
Berita Terkait
Sepuluh Daerah di Indonesia...
Sepuluh Daerah di Indonesia dengan Antrean Haji Tercepat
Tahun Ini Haji Akbar,...
Tahun Ini Haji Akbar, Mengapa dan Apa Alasannya?
3 Terobosan Perdana...
3 Terobosan Perdana Haji 2025: Lebih Terbuka, Terjangkau, Kompetitif
Mengenal 3 Jenis Haji:...
Mengenal 3 Jenis Haji: Ifrad, Tamattu, dan Qiran
Indonesia Dapat Kuota...
Indonesia Dapat Kuota 221.000, Ini Jadwal dan Tahapan Penyelenggaraan Haji 2025
Jadwal Haji Hingga Puncak...
Jadwal Haji Hingga Puncak Haji Tahun 2025
Berita Terkini
Mantan Koordinator Pusat...
Mantan Koordinator Pusat BEM SI Dukung Penuntasan Kasus Eks Jampidsus
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Febrie Adriansyah Penuhi...
Febrie Adriansyah Penuhi Panggilan Panggilan Pemeriksaan Tim 9 Kejagung
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Sangkal Ada Tren Kenaikan...
Sangkal Ada Tren Kenaikan Lepas Kewarganegaraan, Menkum: Yang Ingin Jadi Warga Negara Lebih Banyak
Mendagri Tito Tegaskan...
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Angkatan Laut Indonesia dan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved