Tantangan TNI, Gerakan Separatis dan Konflik Laut China Selatan

Senin, 05 Oktober 2015 - 10:55 WIB
Tantangan TNI, Gerakan...
Tantangan TNI, Gerakan Separatis dan Konflik Laut China Selatan
A A A
JAKARTA - Pada hari ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati hari ulang tahun yang ke-70.

Menurut Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, sebagai komponen utama sistem pertahanan negara, TNI akan menghadapi tantangan yang semakin besar.

Pertama, kata dia, meningkatnya tensi konflik politik dan keamanan di berbagai kawasan, termasuk laut China Selatan.

"Kedua, merebaknya kejahatan lintas negara yang bentuknya nontradisional seperti terorisme, kejahatan siber, dan separatisme yang menggalang dukungan internasional," tutur Mahfudz melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (5/10/2015).

Tantangan yang ketiga, kata dia, pertarungan kepentingan ekonomi terhadap beragam sumber daya yang menggunakan perang proxi.

"Ke empat membesarnya potensi bencana alam akibat danpak persoalan lingkungan," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Menurut dia, empat tantangan baru tersebut dihadapi TNI bersamaan dengan semakin beratnya menjaga kedaulatan dan yuridiksi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan yang ingin mengembangkan diri sebagai negara maritim.

"Penjagaan terhadap sumber daya alam dan kemampuan menghadapi segala ganguan terhadap wilayah dan sumber daya alam," ucapnya. (Baca: HUT TNI, Ribuan Warga Cilegon Datangi Pantai Indah Kiat)

Oleh karena itu, kata dia, negara wajib memperkuat TNI dalam semua aspek organisasi, sumber daya manusia, alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan sarana prasarana.

"Apalagi Presiden menginginkan TNI menjadi kekuatan militer maritim yang tangguh di kawasan," tuturnya.

Menurut Mahfudz menjadi aneh jika anggaran TNI justru semakin turun dibanding pada tahun sebelumnya.

Dia juga mengingatkan pemerintah untuk senantiasa meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI.

"Presiden sesuai amanatnya, harus mengambil kebijakan dan keputusan penting dalam agenda penguatan TNI. Jika tidak, maka peringatan 70 tahun TNI dan amanat Presiden Joko Widodo lagi-lagi hanya sebatas seremoni," tandas Mahfudz.


PILIHAN:


Masinton Minta KPK Panggil RJ Lino dan Menteri BUMN
(dam)
Berita Terkait
4 Jenderal Jadi Tokoh...
4 Jenderal Jadi Tokoh Penting Penjaga Kedaulatan Bangsa
Ini Seragam PDL TNI...
Ini Seragam PDL TNI Baru yang Dipakai saat HUT ke-80 TNI di Monas
Kapolda Metro Jaya Ucapkan...
Kapolda Metro Jaya Ucapkan HUT TNI ke-76: Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang
Kapal Selam Otonom Karya...
Kapal Selam Otonom Karya Anak Bangsa Dipamerkan dalam HUT Ke-80 TNI
Sambut HUT ke-75, TNI...
Sambut HUT ke-75, TNI Gelar Lomba Bersepeda Virtual
Perayaan HUT ke-78 TNI...
Perayaan HUT ke-78 TNI Pecahkan 17 Rekor MURI, Apa Saja?
Berita Terkini
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Sekjen DPP Propindo...
Sekjen DPP Propindo Dukung Kortas Tipikor-Polda Metro Usut Tiga Kasus Korupsi
Eks Sekjen MPR Maruf...
Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kenakan Rompi Oranye usai Diperiksa KPK, Langsung Ditahan
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Gus Falah Mendukung...
Gus Falah Mendukung Polri Usut Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi Salah Objek dan Salah Orang, Minta Hakim Tolak JPU
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved