Dua WNI yang Disandera OPM Bebas, Ketua DPR: Alhamdulillah!
Jum'at, 18 September 2015 - 09:40 WIB
Dua WNI yang Disandera OPM Bebas, Ketua DPR: Alhamdulillah!
A
A
A
JAKARTA - Dua warga negara Indonesia (WNI) Sudirman (28) dan Badar (30), yang disandera sekelompok orang bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua Nugini akhirnya bebas.
Ketua DPR Setya Novanto mengapresiasi langkah cepat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menelepon langsung Perdana Menteri Papua Nugini Peter Oneil untuk meminta bantuan dan upaya pembebasan dua warga negara Indonesia yang di sandera dan ditahan oleh OPM.
"Alhamdulillah, alhamdulillah. Dua WNI kita, Sudirman dan Badar yang disandera serta menjadi tahanan kelompok OPM yang kemudian membawa dua WNI tersebut hingga masuk ke wilayah negara Papua Nugini, akhirnya dapat di bebaskan melalui sebuah operasi khusus pembebasan dua WNI," ujar Setya dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, Jumat (18/9/2015).
Setya juga sangat mengapresiasi sikap pemerintah dalam hal ini TNI dan Polri yang juga sangat tanggap dalam mengatasi permasalahan penyanderaan ini.
Di antaranya, kata dia, membentuk pasukan penyelamatan khusus yang langsung stand by di perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini.
"Saya dengar informasi dan laporan jika dua warga negara kita berhasil dibebaskan oleh pihak keamanan negara Papua Nugini, dan saat ini tengah diantar kembali ke Indonesia oleh Pemerintah dan pihak keamanan Papua Nugini," tuturnya. (Baca: WNI Disandera, Jokowi Akan Telepon PM Papua Nugini)
Respons cepat Pemerintah Papua Nugini, kata dia, tentunya juga akan diapresiasi oleh Pemerintah Indonesia dengan meningkatkan hubungan bilateral antarkedua negara, baik di sektor keamanan dan pertahanan, ekonomi, pariwisata dan sektor lainnya.
"Sebagai Rakyat Indonesia dan Ketua DPR, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Papua Nugin, yang telah membantu membebaskan dua rakyat Indonesia dari pihak OPM, yang menahan dan menyanderanya sejak beberapa hari lalu," tutur Setya. (Baca: OPM Bantah Sandera Dua WNI)
PILIHAN:
DPR Targetkan UU Disabilitas Disahkan Desember
Ketua DPR Setya Novanto mengapresiasi langkah cepat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menelepon langsung Perdana Menteri Papua Nugini Peter Oneil untuk meminta bantuan dan upaya pembebasan dua warga negara Indonesia yang di sandera dan ditahan oleh OPM.
"Alhamdulillah, alhamdulillah. Dua WNI kita, Sudirman dan Badar yang disandera serta menjadi tahanan kelompok OPM yang kemudian membawa dua WNI tersebut hingga masuk ke wilayah negara Papua Nugini, akhirnya dapat di bebaskan melalui sebuah operasi khusus pembebasan dua WNI," ujar Setya dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, Jumat (18/9/2015).
Setya juga sangat mengapresiasi sikap pemerintah dalam hal ini TNI dan Polri yang juga sangat tanggap dalam mengatasi permasalahan penyanderaan ini.
Di antaranya, kata dia, membentuk pasukan penyelamatan khusus yang langsung stand by di perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini.
"Saya dengar informasi dan laporan jika dua warga negara kita berhasil dibebaskan oleh pihak keamanan negara Papua Nugini, dan saat ini tengah diantar kembali ke Indonesia oleh Pemerintah dan pihak keamanan Papua Nugini," tuturnya. (Baca: WNI Disandera, Jokowi Akan Telepon PM Papua Nugini)
Respons cepat Pemerintah Papua Nugini, kata dia, tentunya juga akan diapresiasi oleh Pemerintah Indonesia dengan meningkatkan hubungan bilateral antarkedua negara, baik di sektor keamanan dan pertahanan, ekonomi, pariwisata dan sektor lainnya.
"Sebagai Rakyat Indonesia dan Ketua DPR, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Papua Nugin, yang telah membantu membebaskan dua rakyat Indonesia dari pihak OPM, yang menahan dan menyanderanya sejak beberapa hari lalu," tutur Setya. (Baca: OPM Bantah Sandera Dua WNI)
PILIHAN:
DPR Targetkan UU Disabilitas Disahkan Desember
(dam)