TNI AL Galang Keamanan Maritim Dunia

Kamis, 17 September 2015 - 09:55 WIB
TNI AL Galang Keamanan...
TNI AL Galang Keamanan Maritim Dunia
A A A
JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) kembali menggelar International Maritime Security Symposium (IMSS) 2015 di Jakarta.

Kegiatan yang diikuti pemimpin AL negara-negara sahabat ini bertujuan menciptakan keamanan laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, semakin berkembangnya ancaman nontradisional dan kejahatan lintas negara mengakibatkan situasi keamanan laut menjadi lebih kompleks.

”Karena itu, negaranegara di dunia perlu meningkatkan kerja sama untuk menghadapi ancaman terhadap keamanan maritim,” ujarnya saat membuka pelaksanaan IMSS II ini di Jakarta kemarin.

Simposium kemaritiman tingkat internasional yang mengambil tema Maritime Confidence Building and Mutual Cooperation for Peace and Prosperity atau ”Membangun Kepercayaan dan Kerja Sama di Bidang Maritim guna Mencapai Perdamaian dan Kemakmuran Bersama” ini, menurut Ade, memiliki perbedaan dengan pelaksanaan IMSS sebelumnya.

IMSS 2015 ini juga menyoroti perkembangan yang terjadi di Laut China Selatan (LCS). ”Karena LCS tidak hanya berarti masalah bagi yang berada di sekitarnya, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan global. Ada Jepang, Amerika Serikat, kemudian Timur Tengah dan kita sendiri yang berhadapan di situ juga sama,” imbuhnya.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Pertahanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan yang bertindak sebagai pembicara utama mengatakan, ada beberapa poin yang perlu mendapat perhatian. Yang terpenting, membangun kerja sama dan penanganan masalah LCS.

Menurut dia, LCS merupakan salah satu alur laut yang sangat vital. Berdasarkan data yang dimiliki, 90% perdagangan dunia melewati LCS dengan nilai transaksi lebih dari USD16 triliun. Adapun untuk Asia-Pasifik arus perdagangan yang melewati LCS langsung menuju Selat Malaka dan Singapura nilainya mencapai USD5 triliun.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan, kegiatan IMSS baik sekali dilaksanakan. Selain bisa menjadi ajang benchmarking maupun pertukaran pengetahuan dan informasi global, juga dapat menjadi ajang diplomasi di bidang kemaritiman. Terlebih pada saat ini Indonesia tengah berupaya menjadi poros maritim dunia.

Idealnya, jika ingin menjadi poros maritim dunia atau menjadi center of gravity maritime, Indonesia harus memiliki pelabuhan internasional terbesar, menjadi pangkalan kapalkapal pesiar, dan menjadi pusat pertumbuhan industri maritim. Indonesia juga harus memiliki pertahanan maritim yang kuat.

”TNI AL juga bisa memainkan perannya mendinginkan ketegangan yang terjadi di LCS. Sangat bisa jika upaya diplomasi dikedepankan, kekhasan TNI AL kan memiliki keunggulan dalam diplomasi,” ujar mantan anggota Komisi I DPR itu.

Sucipto
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
AHY Hadiri Kampanye...
AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Delpedro Marhaen Hadiri...
Delpedro Marhaen Hadiri Sidang Vonis Nadiem Makarim
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved