Pimpinan DPR Dorong Penyelidikan

Selasa, 15 September 2015 - 11:14 WIB
Pimpinan DPR Dorong...
Pimpinan DPR Dorong Penyelidikan
A A A
JAKARTA - Pimpinan DPR mendorong Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menyelidiki masalah penundaan pergantian antarwaktu (PAW) tiga anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini menjabat menteri.

Penyelidikan diperlukan untuk mengungkap pelanggaran undang-undang di balik dugaan rangkap jabatan yang dilakukan ketiganya. Karena itu, Menurut Wakil Ketua DPR Fadli Zon, sudah selayaknya MKD mengambil satu analisis penyelidikan.

Fadli mengatakan, seharusnya kader PDIP yang masuk Kabinet Kerja yakni Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung segera di-PAW oleh DPP PDIP sejak awal ketiganya menjabat menteri.

”Alasan tidak melakukan PAW mengada-ada. Jangan sampai ada rangkap jabatan, kita ingin melengkapi total 560 anggota DPR,” tegas wakil ketua umum DPP Partai Gerindra tersebut di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Fadli berharap, MKD menindaklanjuti proses PAW Puan tersebut agar tidak lagi menjadi pertanyaan publik. ”Kalau orang sudah tidak hadir berapa pertemuan di sidang paripurna, enggak bisa, itu sudah jadi zombie,” ujar Fadli.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan, khusus untuk Puan Maharani, DPP PDIP sejatinya telah menyiapkan nama penggantinya di DPR, namun ada persoalan internal yang disebabkan ada perebutan kursi Puan di DPR oleh tiga kader PDIP. Sedangkan Tjahjo Kumolo dan Pramono Anung prosesnya telah selesai.

Baik Puan maupun Tjahjo dalam berbagai kesempatan telah membantah tudingan rangkap jabatan. Terlebih, sejak menjadi menteri mereka sudah tidak menerima gaji dan tunjangan sebagai anggota DPR. Mereka juga berargumen bahwa proses PAW menjadi ranah fraksi dan DPP sehingga mereka menyerahkan sepenuhnya itu kepada fraksi dan DPP PDIP.

”Surat dokumen pengunduran diri mereka pernah saya lihat di Sekretariat Pimpinan Fraksi PDIP di DPR,” kata Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah. Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menegaskan, inisiatif PAW tiga menteri dari PDIP tersebut seharusnya dilakukan oleh pimpinan DPR.

Menurutnya, Pasal 236 ayat (1) Huruf a Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) menyebutkan anggota DPR dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. Sedangkan di Pasal 237 juga diatur bahwa anggota DPR yang melanggar ketentuan Pasal 236 ayat (1) dikenai sanksi pemberhentian.

”PDIP tidak bisa ikut campur, tata caranya adalah DPR memberitahukan kepada KPU dan mereka (KPU) mengusulkannya kepada Presiden untuk diputuskan. Tidak ada urusan partai di situ,” ujar Margarito.

Dian ramdhani
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved