Jamaah Dilarang Minum Susu Unta

Senin, 14 September 2015 - 10:26 WIB
Jamaah Dilarang Minum...
Jamaah Dilarang Minum Susu Unta
A A A
MEKKAH - Semakin banyak jamaah haji Indonesia yang berada di Tanah Suci membuat pemerintah kembali mengeluarkan imbauan agar tidak mendekati peternakan unta, termasuk meminum susunya.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman penyebaran virus middle east respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) yang terjadi di kawasan Arab. Saat ini virus yang penyebarannya bisa melalui unta ini terdeteksi di beberapa kota di antaranya di Riyadh, Arab Saudi. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengimbau jamaah dan petugas haji untuk berpola hidup sehat.

Mulai dengan rajin cuci tangan, mengonsumsi makanan yang sehat dan teratur, serta tidak berdekatan dengan binatang yang menjadi media penyebarluasan virus MERS-CoV. ”Seperti unta, tidak perlu kita berdekatan dengan hewan itu. Apalagi meminum susu unta yang mentah. Itu sama sekali dilarang karena sangat besar berpotensi terkena virus MERS-CoV,” katanya di Mekkah kemarin.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Chairul Radjab Nasution menambahkan, pemerintah memang terus memproteksi jamaah agar tidak tertular virus penyakit.

Salah satunya mengimbau jamaah selalu mengenakan masker untuk melindungi dari debu dan kepadatan manusia saat puncak haji, yang bisa saja menularkan virus dan penyakit apa pun. ”Karena itu, memakai masker menjadi sangat penting. Selain itu, harus menjaga pola hidup bersih dengan mencuci tangan,” tandas salah satu Amirul Hajj Indonesia tersebut.

Situasi di Arab Saudi yang panas tinggi dengan kelembaban lembab harus diantisipasi dengan minum cukup banyak air. Chairul menambahkan, saat ini beberapa kasus MERS-CoV atau virus unta terjadi di beberapa rumah sakit di Riyadh.

”Seluruh tim kesehatan sudah dibekali sistem untuk menjaga jamaah haji agar jangan terkontaminasi hingga kembali ke Tanah Air. Seluruh embarkasi sudah diproteksi dan jamaah akan dipantau minimal hingga dua minggu setelah tiba,” ucapnya.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada jamaah yang mengalami panas tinggi sampai di atas 38 derajat Celsius. Jamaah kebanyakan mengalami dehidrasi karena kurang minum. Selain itu, juga mengalami tekanan darah tinggi dan jantung. Dia menegaskan, yang terpenting adalah menjaga kondisi tubuh agar tidak kelelahan dengan mengurangi ibadah sunah.

Dua pekan sebelum wukuf jamaah diharapkan istirahat di pondokan untuk menjaga aktivitas agar tidak terlalu kena panas. Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah Thafsin Alfarizi menambahkan, jamaah dapat makan daging unta asalkan sudah dimasak dalam suhu yang cukup tinggi sehingga virus penyakit mati.

SUNU HASTORO
(bhr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
43 Negara yang akan...
43 Negara yang akan Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved