Indonesia Jadi Subjek Kebudayaan

Minggu, 13 September 2015 - 10:41 WIB
Indonesia Jadi Subjek...
Indonesia Jadi Subjek Kebudayaan
A A A
Peringatan Hari Puisi Indonesia ketiga resmi ditutup dengan diumumkannya pemenang sayembara buku puisi nasional pada Malam Anugerah Hari Puisi, Selasa (8/9), di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini Hari Puisi Indonesia yang diadakan mulai 3 hingga 8 September ditutup dengan partisipasi negara-negara tetangga seperti Portugal, Turki, Iran, Meksiko, Italia, dan Prancis. Para duta besar dari negara-negara sahabat tersebut ikut berpartisipasi membacakan puisi karya tokoh-tokoh sastra asal negaranya. Ketua Dewan Kesenian Jakarta Irawan Karseno dalam sambutannya menyatakan, perayaan Hari Puisi Indonesia ketiga merupakan ajang merenungkan kembali seni dan kebudayaan Indonesia.

Dengan kekayaan budaya, Indonesia menjadi salah satu subjek kebudayaan di dunia. Hal itu terbukti dengan adanya ajang kesenian dan kebudayaan taraf internasional yang diinisiasi dan diselenggarakan di Indonesia. Seperti ajang festival film dokumenter ARKIPEL yang diadakan beberapa hari lalu, dan Hari Puisi Indonesia yang dalam beberapa kegiatannya diikuti oleh negara-negara sahabat.

”Hari Puisi Indonesia harus dijadikan momentum bagi kita bahwa Indonesia merupakan subjek kebudayaan,” kata Irawan. Menurut Irawan, ada dua hal yang menarik dari peringatan Hari Puisi Indonesia. Pertama , tampilnya duta-duta besar dari negara-negara sahabat menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu subjek kebudayaan untuk dunia. Hal tersebut dapat dijadikan momentum untuk menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya.

Kedua , kesenian adalah ibu dari ekonomi kreatif. Investasi kebudayaan tidak dapat dilihat hasilnya dalam satu atau dua tahun, tapi jangka panjang. Namun, pengaruh kebudayaan sangat fundamental terhadap sendi-sendi kehidupan. Penghargaan dan perhatian kepada para penyair dan sastrawan dinilai masih lemah.

Padahal, jika melirik ke negara-negara maju, umumnya negara-negara maju tersebut sangat menghargai para penyair dan sastrawannya. Contohnya, Spanyol membuat patung Sastrawan Federico Garcia Lorca, meski Garcia Lorca sempat dikucilkan oleh rezim pemerintahan di masa hisupnya. Sebelum membacakan puisi di depan khalayak, Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi menyatakan bahwa diikutsertakannya Iran ke dalam Hari Puisi Indonesia merupakan bukti kekerabatan yang ditunjukkan oleh Indonesia.

Menurutnya, seni patut disyukuri karena dapat memberikan inspirasi bagi setiap orang di dunia. Ia mencontohkan, beberapa penyair Iran banyak yang mendunia dan menebarkan kebaikan kepada setiap insan. ”Kesenian adalah lintasbatas, karena itu seni dapat menginspirasi setiap insan di seluruh dunia,” kata Valiollah.

Pada Hari Puisi Indonesia sekaligus menghargai para sastrawan di negaranya, Valiollah membacakan sebait puisi. ”Bani Adam ibaratkan anggota tubuh yang satu sama lainnya memiliki nilai substansial. Bila suatu saat sakit menyerang satu anggota tubuh, maka akan sakit seluruh tubuh. Maka jika seorang manusia tidak dapat merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain, maka manusia itu bukanlah keturunan Adam.”

Imas damayanti
(ars)
Berita Terkait
Perjalanan Budaya Warisan...
Perjalanan Budaya Warisan Budaya Indonesia Foundation
Jaga Kebudayaan Nusantara...
Jaga Kebudayaan Nusantara di Era Modern, WBI Foundation Gelar Acara Jagantara
Melestarikan Budaya...
Melestarikan Budaya Indonesia di Era Modern Lewat Jagantara 2.0
Turut Terjun Lestarikan...
Turut Terjun Lestarikan Budaya, Tenant Fashion di Jagantara Didominasi Brand Anak Muda
Dimulai Hari Ini, Jagantara...
Dimulai Hari Ini, Jagantara Ajak Anak Muda Belajar Lebih dalam Budaya Indonesia
Upaya Melestarikan Pencak...
Upaya Melestarikan Pencak Silat Beksi Melalui Festival Budaya 2022
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved