Pemerintah Harus Jamin Keamanan di Tolikara

Sabtu, 12 September 2015 - 11:08 WIB
Pemerintah Harus Jamin...
Pemerintah Harus Jamin Keamanan di Tolikara
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah menjamin kebebasan beragama di Tolikara, Papua.

Mereka juga berharap tidak akan ada lagi insiden penyerangan terhadap masyarakat muslim Tolikara seperti saat salat Idul Fitri pada 17 Juli lalu yang kini menjadi trauma. Apalagi, dalam waktu dekat umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha. ”Tugas negara adalah memastikan tidak terulangnya kejadian 17 Juli 2015,” ujar Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution, saat dialog ”Intoleransi di Tolikara” di Jakarta kemarin.

Maneger juga mengatakan bahwa pemerintah harus membangun kembali kondisi di Tolikara baik fisik maupun kondisi sosial di daerah tersebut. Hal itu harus dilakukan mengingat kejadian di Tolikara bukan konflik biasa, melainkan bernuansa keagamaan yang sangat sensitif. ”Selain membangun sarana fisik seperti kios dan rumah, seharusnya secara bersamaan negara melakukan trauma healing untuk membangun keguyuban sosial yang terlanjur luka di masyarakat,” desaknya.

Yang jelas, Maneger berharap pemerintah bisa memberikan perlindungan dan pemenuhan hak warga negaranya, khususnya hak untuk kebebasan beragama di Tolikara. Begitu pun pada saat Hari Raya Idul Adha, 24 September mendatang. Sejauh ini dia sangat menghargai langkah Polri dan TNI yang siap mengamankan pelaksanaan hari raya tersebut. ”Semestinya begini, negara harus hadir memberikan perlindungan dan pemenuhan atas hak warga negara, khususnya hak untuk kebebasan beragama,” ungkapnya.

Hal sama disampaikan Imam Masjid Baitul Muttaqin di Tolikara, Ali Mukhtar. Dia mengatakan, saat ini negara telah menjamin pelaksanaan perayaan Idul Adha di Tolikara nanti. Bahkan, pendeta setempat pun menyatakan kesiapannya mengamankan perayaan besar umat Islam tersebut. ”Kelihatannya negara sudah menjamin itu. Mudah-mudahan (insiden) ini tidak sampai terulang kembali. Apalagi, tokoh pendeta juga sudah siap mengamankan. Jadi, saya juga siap, warga juga siap,” katanya.

Ali menambahkan, saat ini pembangunan Masjid Baitul Muttaqin yang lokasinya dipindahkan ke wilayah Koramil Tolikara sudah 90% selesai. ”Jadi, lokasi masjid yang dipindahkan ke dalam Koramil itu memang dipertimbangkan untuk keamanan,” ungkapnya.

Meski demikian, Ali mengaku setelah insiden yang memilukan tersebut ibu-ibu dan anak-anak masih merasa khawatir akan ada serangan susulan. Apalagi, saat ini kondisi di Tolikara yang tadinya dijaga dua kompi Brimob kini hanya dikawal dua orang polisi.

Hasyim ashari
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved