Kapolsek Kuta Jadi Tersangka

Jum'at, 11 September 2015 - 10:51 WIB
Kapolsek Kuta Jadi Tersangka
Kapolsek Kuta Jadi Tersangka
A A A
DENPASAR - Kapolsek Kuta Kompol Ida Bagus Dedy Januarta ditetapkan sebagai tersangka bersama tujuh anggotanya dalam kasus dugaan pemerasan rombongan wisatawan Australia saat berlibur di Bali beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto mengatakan, delapan personel tersebut kini menunggu persidangan untuk menentukan sanksi yang akan dikenakan. ”Kita tunggu saja hasil sidang nanti,” katanya di Denpasar, Bali, kemarin. Hery menjelaskan, dalam pemeriksaan tim yang terdiri dari Propam, Reserse, dan Intelijen, Kapolsek Kuta, dan tujuh anggotanya mengakui telah menerima uang dari rombongan turis Negeri Kanguru itu.

Namun, mengenai jumlahnya, Hery mengaku ada di kisaran Rp20 juta. Jumlah yang diterima setiap anggota nilainya variatif, termasuk yang diterima Kapolsek. Menurut Hery, meski ikut menerima uang, kemungkinan Kapolsek hanya menjadi korban ulah anak buahnya. Apalagi, Kapolsek saat itu baru menjabat sekitar empat hari. ”Tapi dia tetap kena karena ikut menerima,” tandasnya.

Sementara itu, inisiator dari kasus itu adalah Kanit Reskrim Polsek Kuta AKP Dewa Tagel Wijasa. ”Dia untuk sementara sudah kami non-job -kan sambil menunggu proses sidang digelar,” tegas Hery. Pekan lalu, kedelapan polisi yang berstatus terperiksa itu juga telah dijemur saat apel pagi di halaman Polda Bali. Hal itu juga sebagai peringatan kepada anggota lain agar mereka tidak melakukan pelanggaran saat bertugas.

”(Hukuman ) ini diterapkan agar anggota lain tahu bahwa mereka telah melakukan pelanggaran. Biar mereka malu,” beber Hery. Sebelum itu, Kapolsek Dedy membantah anggotanya telah melakukan pemerasan. Bahkan, dia bahkan menunjukkan surat pernyataan yang dibuat para turis Australia tersebut lengkap dengan tanda tangan di atas meterai. ”Di surat itu mereka menyatakan tidak membayar apa pun kepada polisi. Mereka juga minta maaf atas kejadian itu,” kata Dedy.

Dugaan pemerasan yang menimpa rombongan wisatawan Australia itu sebenarnya sudah cukup lama, tepatnya Februari lalu. Kasus itu baru mencuat ke publik pada Juni lalu setelah muncul pemberitaan media-media di Australia, kemudian disusul permintaan klarifikasi dari Kedutaan Besar Indonesia di Negeri Kanguru kepada Polda Bali, Agustus lalu. Kasus itu berawal saat rombongan turis Australia itu menggelar pesta tarian telanjang dengan menyewa tempat sebuah kafe di kawasan Seminyak, Kuta.

Polisi yang menerima laporan itu lalu mendatangi lokasi dan kemudian membawa bule-bule tersebut ke Polsek Kuta untuk diperiksa. Dugaan pemerasan uang senilai 250.000 dolar Australia pun muncul dalam proses hukum tersebut. Hery menambahkan, untuk menentukan derajat kesalahan, setiap anggota harus menunggu hasil sidang. ”Yang pasti, Polda Bali akan bertindak tegas dalam kasus ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakapolda Bali Brigjen Pol Nyoman Suryasta juga menyatakan bahwa hasil penyelidikan kasus pemerasan turis asing yang membikin malu institusinya itu juga telah disampaikan kepada Kapolri. Menurutnya, kasus tersebut sudah merusak citra institusi, khususnya Polda Bali.

Miftahul chusna
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved