China Akan Capai Target Ekonomi
Jum'at, 11 September 2015 - 10:37 WIB
China Akan Capai Target Ekonomi
A
A
A
Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang yakin China sudah berada di jalur yang tepat untuk memenuhi semua target ekonomi tahun ini.
Keyakinan itu muncul meski ada kekhawatiran negara itu mengalami penurunan ekonomi. Saat berbicara di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Dalian, Li kembali memberikan jaminan kepada pemimpin bisnis global bahwa ekonomi China tahan guncangan dan tangguh.
Dia menjelaskan, China bukan sumber risiko, melainkan sumber pertumbuhan bagi dunia. Komentarnya muncul saat data menunjukkan kekhawatiran terhadap deflasi semakin meningkat.
Data inflasi pada Agustus menunjukkan manufaktur di negara itu sering mempertimbangkan pemangkasan harga pada level tercepat dalam enam tahun, saat harga komoditas dan permintaanturun. Indeks harga produsen (PPI) turun lebih dari proyeksi 5,9% dari periode yang sama tahun lalu. Itu menandai penurunan berturut-turut pada bulan ke- 42. Harga konsumen, naik 2% pada periode yang sama atau tertinggi dalam satu tahun terakhir.
Peningkatan terjadi karena kenaikan harga pangan dan tidak membaiknya aktivitas ekonomi. Meski menghadapi kondisi tersebut, PM Li yakin tidak ada risiko pendaratan keras di China karena pemerintah mampu mendukungpertumbuhan.”Jika ada tanda-tanda bahwa ekonomi kita merosot, kami memiliki sumber daya yang cukup untuk menghadapinya,” papar Li, dikutip BBC .
China telah memangkas suku bunga sejak November untuk mendorong belanja dan meningkatkanaktivitasekonomi, seiring langkah-langkah menggairahkan pertumbuhan. PM Li menambahkan, China akan mengambil langkah-langkah baru untuk meningkatkan permintaan domestik dan menerapkan lebih banyak kebijakan untuk mendorong impor. Data awal pekan ini menunjukkan penurunan impor pada bulan lalu, seiring melemahnya harga komoditas, khususnya minyak.
China juga merevisi turun data pertumbuhan 2014 dari 7,4% menjadi 7,3%. Ini yang paling lemah dalam hampir 25 tahun. Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan sekitar 7%, menandai ekspansi paling lamban dalam seperempat abad.
Ananda nararya
Keyakinan itu muncul meski ada kekhawatiran negara itu mengalami penurunan ekonomi. Saat berbicara di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Dalian, Li kembali memberikan jaminan kepada pemimpin bisnis global bahwa ekonomi China tahan guncangan dan tangguh.
Dia menjelaskan, China bukan sumber risiko, melainkan sumber pertumbuhan bagi dunia. Komentarnya muncul saat data menunjukkan kekhawatiran terhadap deflasi semakin meningkat.
Data inflasi pada Agustus menunjukkan manufaktur di negara itu sering mempertimbangkan pemangkasan harga pada level tercepat dalam enam tahun, saat harga komoditas dan permintaanturun. Indeks harga produsen (PPI) turun lebih dari proyeksi 5,9% dari periode yang sama tahun lalu. Itu menandai penurunan berturut-turut pada bulan ke- 42. Harga konsumen, naik 2% pada periode yang sama atau tertinggi dalam satu tahun terakhir.
Peningkatan terjadi karena kenaikan harga pangan dan tidak membaiknya aktivitas ekonomi. Meski menghadapi kondisi tersebut, PM Li yakin tidak ada risiko pendaratan keras di China karena pemerintah mampu mendukungpertumbuhan.”Jika ada tanda-tanda bahwa ekonomi kita merosot, kami memiliki sumber daya yang cukup untuk menghadapinya,” papar Li, dikutip BBC .
China telah memangkas suku bunga sejak November untuk mendorong belanja dan meningkatkanaktivitasekonomi, seiring langkah-langkah menggairahkan pertumbuhan. PM Li menambahkan, China akan mengambil langkah-langkah baru untuk meningkatkan permintaan domestik dan menerapkan lebih banyak kebijakan untuk mendorong impor. Data awal pekan ini menunjukkan penurunan impor pada bulan lalu, seiring melemahnya harga komoditas, khususnya minyak.
China juga merevisi turun data pertumbuhan 2014 dari 7,4% menjadi 7,3%. Ini yang paling lemah dalam hampir 25 tahun. Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan sekitar 7%, menandai ekspansi paling lamban dalam seperempat abad.
Ananda nararya
(ars)