Penambahan Anggaran TNI Dinilai Wajar

Kamis, 10 September 2015 - 12:36 WIB
Penambahan Anggaran...
Penambahan Anggaran TNI Dinilai Wajar
A A A
JAKARTA - Langkah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang meminta tambahan anggaran sebesar Rp35 triliun guna memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dinilai wajar.

Ini mengingat tren ancaman dan dinamika yang terjadi di kawasan harus disikapi dengan baik. Apalagi, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan program Nawacitanya ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. ”Sangat masuk akal bila TNI minta tambahan anggaran karena menjaga pertahanan negara dengan semakin variatifnya ancaman yang bersifat unpredictable atau tak terduga,” ungkap pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati di Jakarta kemarin.

Wanita yang akrab disapa Nuning ini mengatakan, bicara TNI tidak hanya poros maritim, namun juga kesejahteraan dan pendidikan. Karena itu, perlu dipertanyakan mengapa ada penurunan anggaran untuk TNI. ”Adakah alokasi dananya diperuntukkan bagi bidang lain yang dianggap lebih penting? Kita juga harus berpikir integrated bahwa kesejahteraan prajurit dan pendidikannya harus mendapat atensi,” katanya.

Mantan anggota Komisi I DPR ini mengatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) maupun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) harus memahami visi pertahanan secara lebih luas, bukan sekadar melihatnya dari sisi peningkatan alutsista. Tapi, itu juga harus dilihat sebagai penguatan dalam menjaga NKRI dari berbagai ancaman dan gangguan kedaulatan.

”Visi outward looking harus lebih ditingkatkan dalam menghadapi proxy war ,” ujarnya. Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menilai, permintaan tambahan anggaran oleh TNI merupakan hal yang wajar. Terlebih bila dikaitkan dengan visi pemerintah yang ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

”Bila dikaitkan dengan itu, merupakan sebuah keniscayaan dan tidak ada masalah,” katanya. Menurut Muradi, dalam mewujudkan visi tersebut, peran TNI sangat besar dan bisa dikatakan sebagai operator teknis di lapangan. Selama ini sistem pertahanan negara yang ada belum sepenuhnya terhubung dengan visi tersebut.

”Visi poros maritim baru dilaksanakan oleh pemerintah karenanya perlu penguatan-penguatan,” ujarnya. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan TNI dalam mendukung visi tersebut. Di antaranya penguatan di wilayah perbatasan-perbatasan darat, penguatan diwilayah udara sebagai antisipasi terhadap pelanggaran pesawat asing yang masuk secara ilegal, dan pengembangan kekuatan angkatan laut.

Sucipto
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved