DPR Akui Kesulitan Usut Rekam Jejak 8 Capim KPK
Sabtu, 05 September 2015 - 04:01 WIB
DPR Akui Kesulitan Usut Rekam Jejak 8 Capim KPK
A
A
A
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR, Mulfachri Harahap mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap delapan Calon pemimpin (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penelusuran itu kata Mulfachri, dibantu oleh para staf ahli fraksi. Mulfachri mengakui, ada kesulitan dalam melakukan penelusuran tersebut. Pasalnya delapan Capim KPK yang telah terpilih tidak pernah ada yang menempati jabatan strategis.
Meski sebelumnya telah ada informasi awal dari penelusuran yang dilakukan oleh Polri, Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Sekarang susah, sulit katakan dia punya integritas. Baru ketahuan kalau dikasih posisi tinggi. Delapan ini tak dapat posisi strategis. Staf ahli fraksi kami perintahkan lakukan tracking," ujar Mulfachri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 4 September 2015.
Yang paling penting kata dia, seorang Capim KPK itu adalah seseorang yang sudah selesai dengan dirinya. Artinya kata Mulfachri, Capim ini adalah sosok yang tidak mudah ditekan atau diintervensi.
Pasalnya menurut dia, kewenangan KPK begitu besar, maka membutuhkan integritas kuat. Maka itu, wajar jika masyarakat mentuntut lebih.
"Kita perlu Capim KPK yang dalam bahasa sederhana sudah selesai dengan dirinya, tak ada ambisi, syahwat. Capim itu pimpinan yang ada di menara gading, tidak takut siapapun hanya takut pada Tuhan," tandas Mulfachri.
Pilihan:
Fadli Zon Bongkar Manuver PAN & Kegagalan Pemerintah Jokowi
Penelusuran itu kata Mulfachri, dibantu oleh para staf ahli fraksi. Mulfachri mengakui, ada kesulitan dalam melakukan penelusuran tersebut. Pasalnya delapan Capim KPK yang telah terpilih tidak pernah ada yang menempati jabatan strategis.
Meski sebelumnya telah ada informasi awal dari penelusuran yang dilakukan oleh Polri, Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Sekarang susah, sulit katakan dia punya integritas. Baru ketahuan kalau dikasih posisi tinggi. Delapan ini tak dapat posisi strategis. Staf ahli fraksi kami perintahkan lakukan tracking," ujar Mulfachri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 4 September 2015.
Yang paling penting kata dia, seorang Capim KPK itu adalah seseorang yang sudah selesai dengan dirinya. Artinya kata Mulfachri, Capim ini adalah sosok yang tidak mudah ditekan atau diintervensi.
Pasalnya menurut dia, kewenangan KPK begitu besar, maka membutuhkan integritas kuat. Maka itu, wajar jika masyarakat mentuntut lebih.
"Kita perlu Capim KPK yang dalam bahasa sederhana sudah selesai dengan dirinya, tak ada ambisi, syahwat. Capim itu pimpinan yang ada di menara gading, tidak takut siapapun hanya takut pada Tuhan," tandas Mulfachri.
Pilihan:
Fadli Zon Bongkar Manuver PAN & Kegagalan Pemerintah Jokowi
(maf)