Pemilih Pilkada Capai 100 Juta Orang

Jum'at, 04 September 2015 - 08:56 WIB
Pemilih Pilkada Capai...
Pemilih Pilkada Capai 100 Juta Orang
A A A
JAKARTA - Jumlah pemilih pada pilkada serentak 9 Desember 2015 diperkirakan mencapai 100 juta orang.

Jumlah ini tidak jauh beda dengan daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yakni sebanyak 102 juta orang. Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan dari hasil penghimpunan daftar pemilih sementara (DPS), hingga sore kemarin tercatat sudah ada 91,7 juta pemilih yang datanya masuk ke sistem informasi data pemilih (sidalih).

KPU menerima data dari 305 daerah yang sebelumnya akan mengikuti pilkada serentak tahap pertama. Namun pilkada serentak akhirnya hanya menyertakan 269 daerah. Jumlah pemilih tersebut dipastikan masih terus bertambah mengingat 33 daerah (kabupaten/ kota) lain belum melaporkan DPS-nya ke sidalih. ”Angkanya sudah 91,7 juta atau 87%. Itu hingga pukul 16.00 WIB,” ujar Hadar di Jakarta kemarin.

Meski begitu Hadar belum bisa memastikan berapa jumlah penambahannya. Dia hanya mengatakan bisa melebihi DP4 atau kurang dari data yang disampaikan Kemendagri. ”Jadi mungkin angkanya bisa lebih tinggi. Yang pasti kami perkirakan totalnya lebih dari 100 jutaan,” ucap Hadar.

Diketahui pada 4 Juni 2015 silam Kemendagri telah menyerahkan DP4 kepada KPU sebanyak 102.068.130. Jumlah itu terdiri atas pemilih 17 tahun dan sudah menikah mencapai 3.706 orang, pemilih di atas 90 tahun 242.256 orang, pemilih pemula 1.589.257 orang, dan penyandang disabilitas 154.679 orang. ”Tapi DPS ini kan nanti ada ruang koreksi. Itu ruang terbesar yang diberikan untuk masyarakat dan bisa kami gunakan juga untuk mengoreksi kerja selama ini yang belum sempurna,” imbuhnya.

Adapun KPU membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukannya selama 10 hari pada 10-19 September 2015. ”Kami berharap masyarakat yang waktu itu sudah sempat dikunjungi atau dikunjungi tapi belum ketemu (petugas), maka pada 10-19 September ini sempatkanlah untuk mengecek,” ujar Hadar.

Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, guna mengoptimalkan sosialisasi DPS kepada masyarakat, KPU juga akan memaksimalkan peran media sebagai sarana. Media massa cetak, elektronik, online , serta media sosial akan digenjot untuk menyampaikan informasi tentang DPS. ”Apalagi pemilih baru atau pemilih muda lebih familier dengan media sosial dan media online ,” kata Husni.

Dian ramdhani
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved