Kejagung Didesak Tuntaskan Kasus Cessie BPPN
Kamis, 03 September 2015 - 00:09 WIB
Kejagung Didesak Tuntaskan Kasus Cessie BPPN
A
A
A
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) didesak mengusut tuntas kasus dugaan penyimpangan aset Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
Martin Darlian, Koordinator Aliansi Pemuda Penyelamat Aset Negara mendesak Kejaksaan Agung segera melakukan penyitaan terhadap seluruh aset elite politik, yang terkait dengan aset BPPN.
"Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk terus mengawal langkah-langkah hukum Kejagung dalam menuntaskan seluruh skandal perampokan aset BPPN," kata Darlian di depan Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Rabu (2/9/2015).
Menurut dia, aliansi mendukung langkah hukum Kejagung untuk membuka kembali seluruh kasus yang terkait aset BPPN.
Martin mengatakan keberanian Kejagung yang mengusut kasus pengalihan hak atas piutang (cessie) BPPN pada tahun 2003 harus diapresiasi sebagai langkah maju dalam penegakan hukum saat ini.
"Kita harapkan Kejagung secara transparan membuka seluruh kotak pandora kejahatan perampokan aset BPPN di mana hingga kini menjadi beban sejarah penegakan hukum yang tidak adil," kata Martin.
Dia menjelaskan, sangat banyak aset BPPN bernilai ratusan triliun rupiah yang dalam kondisinya tidak jelas.
Darlian juga meminta Kejagung untuk mengusut surat keterangan lunas (SKL) terhadap obligor BLBI yang dinilainya telah merugikan negara serta tidak tersentuh hukum.
Dia berharap pengusutan skandal cessie Victoria Securities Internasional Corporation (VSIC) harus menjadi pintu masuk untuk membuka seluruh praktek obral murah perampokanaset BPPN.
Skandal cessie VSIC dipandangnya merupakan puncak gunung es dari seluruh praktik obral murah perampokan aset BPPN yang merugikan negara.
"Kejagung harus secara maraton mulai membuka kembali skandal cessie dan perampokan aset BPPN yang lebih besar dengan melibatkan politisi elite parpol, birokrasi BPPN dan konglomerat yang hingga kini bebas berkeliaran dan kebal hukum," tuturnya.
Dalam menyuarakan aspirasinya, massa Aliansi Pemuda Penyelamat Aset Negara menggelar aksi di depan Gedung Kejagung.
Sementara aksi unjuk rasa juga dilakukan Pemuda Restorasi Anti Korupsi Jakarta (PERAK) yang meminta agar Kejagung untuk mengusut kasus penjualan aset negara melalui BPPN.
Massa meminta Jaksa Agung HM Prasetyo untuk tidak tebang pilih dalam mengusut dugaan penyimpangan berkedok penjualan aset melalui BPPN.
Pedemo meminta Jaksa Agung HM Prasetyo untuk tidak tebang pilih dalam mengusut dugaan penyimpangan berkedok penjualan aset melalui BPPN.“Kita akan berdiri di belakang untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” ujar Aditya, koordinator aksi.
PILIHAN:
PAN Merapat, Wacana Reshuffle Kabinet Jilid II Menguat
Martin Darlian, Koordinator Aliansi Pemuda Penyelamat Aset Negara mendesak Kejaksaan Agung segera melakukan penyitaan terhadap seluruh aset elite politik, yang terkait dengan aset BPPN.
"Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk terus mengawal langkah-langkah hukum Kejagung dalam menuntaskan seluruh skandal perampokan aset BPPN," kata Darlian di depan Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Rabu (2/9/2015).
Menurut dia, aliansi mendukung langkah hukum Kejagung untuk membuka kembali seluruh kasus yang terkait aset BPPN.
Martin mengatakan keberanian Kejagung yang mengusut kasus pengalihan hak atas piutang (cessie) BPPN pada tahun 2003 harus diapresiasi sebagai langkah maju dalam penegakan hukum saat ini.
"Kita harapkan Kejagung secara transparan membuka seluruh kotak pandora kejahatan perampokan aset BPPN di mana hingga kini menjadi beban sejarah penegakan hukum yang tidak adil," kata Martin.
Dia menjelaskan, sangat banyak aset BPPN bernilai ratusan triliun rupiah yang dalam kondisinya tidak jelas.
Darlian juga meminta Kejagung untuk mengusut surat keterangan lunas (SKL) terhadap obligor BLBI yang dinilainya telah merugikan negara serta tidak tersentuh hukum.
Dia berharap pengusutan skandal cessie Victoria Securities Internasional Corporation (VSIC) harus menjadi pintu masuk untuk membuka seluruh praktek obral murah perampokanaset BPPN.
Skandal cessie VSIC dipandangnya merupakan puncak gunung es dari seluruh praktik obral murah perampokan aset BPPN yang merugikan negara.
"Kejagung harus secara maraton mulai membuka kembali skandal cessie dan perampokan aset BPPN yang lebih besar dengan melibatkan politisi elite parpol, birokrasi BPPN dan konglomerat yang hingga kini bebas berkeliaran dan kebal hukum," tuturnya.
Dalam menyuarakan aspirasinya, massa Aliansi Pemuda Penyelamat Aset Negara menggelar aksi di depan Gedung Kejagung.
Sementara aksi unjuk rasa juga dilakukan Pemuda Restorasi Anti Korupsi Jakarta (PERAK) yang meminta agar Kejagung untuk mengusut kasus penjualan aset negara melalui BPPN.
Massa meminta Jaksa Agung HM Prasetyo untuk tidak tebang pilih dalam mengusut dugaan penyimpangan berkedok penjualan aset melalui BPPN.
Pedemo meminta Jaksa Agung HM Prasetyo untuk tidak tebang pilih dalam mengusut dugaan penyimpangan berkedok penjualan aset melalui BPPN.“Kita akan berdiri di belakang untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” ujar Aditya, koordinator aksi.
PILIHAN:
PAN Merapat, Wacana Reshuffle Kabinet Jilid II Menguat
(dam)