Motivasi Karyawan, Perusahaan Rekrut Pemandu Sorak

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 10:53 WIB
Motivasi Karyawan, Perusahaan...
Motivasi Karyawan, Perusahaan Rekrut Pemandu Sorak
A A A
PERUSAHAAN teknologi di China mengimitasi “budaya kerja” ala Silicon Valley dengan memberikan fasilitas unik bagi karyawannya.

Mereka merekrut cheerleader (pemandu sorak) untuk memotivasi karyawannya. Dengan hadirnya pemandu sorak dengan paras yang cantik di kantor, perusahaan berharap bisa meningkatkan kinerja dan menciptakan suasana gembira. Para pemandu sorak itu bukan menari dan berteriak seperti saat mereka memberikan semangat kepada tim atlet basket.

Mereka bertugas melayani obrolan para karyawan dan bermain tenis meja. Bahkan, mereka juga harus sering tersenyum kepada pegawai yang suntuk. Untuk meramaikan suasana, para gadis cantik itu juga bermain gitar dan bernyanyi bersama. Layaknya office boy , para pemandu sorak itu juga mengantar sarapan dan makan siang ke meja pegawai perusahaan. “Kita merekrut tiga pemandu sorak,” kata manajer sumber daya manusia (SDM) yang tak disebutkan namanya kepada China.org.cn.

Program itu digelar karena sebagian besar karyawannya berjenis kelamin lakilaki dan mereka mengalami kesulitan dalam bersosialisasi. “Kehadiran para gadis itu mampu meningkatkan motivasi dan efisiensi kerja,” ungkap manajer SDM tersebut, dikutip CBSNEWS .

Program itu memicu kontroversi di China. Banyak orang yang memandang program tersebut justru merendahkan pemandu sorak dan para programmer. Kemudian, banyak pihak yang menganggap aksi pemandu sorak di kantor itu merupakan pekerjaan yang menjijikkan.

Sementara, sebagian warga memandang program itu justru harus ditiru banyak perusahaan lain. Namun, mereka juga menyarankan agar perusahaan merekrut pegawai perempuan sehingga tak perlu mendatangkan pemandu sorak. “Situasi itu terjadi karena komposisi perempuan dalam perusahaan teknologi hanya 24-37% saja,” tutur Steven Millward, blogger ternama.

Dia menyalahkan para guru yang meminta anak perempuan untuk menjadi perawat atau penata rambut. “Perempuan seharusnya diberikan kebebasan di perusahaan teknologi,” tuturnya, dikutip Daily Mail .

Andika hendra m
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved