PDIP D​ukung Peleburan Kepala Staf Presiden

Rabu, 26 Agustus 2015 - 05:00 WIB
PDIP D​ukung Peleburan...
PDIP D​ukung Peleburan Kepala Staf Presiden
A A A
JAKARTA - PDIP mend​ukung adanya peleburan jabatan dan kewenangan Kepala Staf Presiden (KSP) ke dalam Sekretariat Kabinet (Setkab) yang dipimpin oleh Sekretariat Negara (Setneg).

Pasalnya, jabatan tersebut tengah kosong dan tugas KSP bisa dibilang sama dengan tugas Setneg dan Setkab.

"Sehubungan dengan kosongnya jabatan KSP, menurut hemat saya tidak perlu lagi dan disarankan lembaga ini direorganisir saja masuk ke lembaga lain agar tidak terjadi tumpang tindih," kata Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanudin, Selasa (25/8/2015).

Tubagus menjelaskan, sesuai dengan Pasal 2 Peraturan Presiden (Perpres) RI No. 26/2015 disebutkan​,​ KSP mempunyai tugas menyelenggarakan dukungan kepada presiden atau wakil dalam mengendalikan program prioritas nasional, komunikasi politik dan pengelolaan isu strategis.

"Ketiga tugas tersebut sesungguhnya bisa diatur dan dimasukan ke lembaga lain," jelasnya.

Menurut Tubagus, program prioritas nasional dapat dimasukan di bawah manajemen
​Istana ​Wapres, mengingat presiden dan wapres sesungguhnya satu paket yang tidak bisa dipisahkan dalam memutuskan program-program prioritas.

Sementara tugas dan komunikasi politik sebaiknya dimasukkan dalam tugas Seskab. "Karena salah satu tugas Seskab antara lain yaitu melakukan komunikasi politik dengan legislatif, atau lembaga-lembaga negara lainnya," ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, untuk pengelolaan isu-isu strategis dapat dikoordinir oleh Setneg atau Seskab. Sementara, dalam Pasal 9 disebutkan bahwa KSP dapat membentuk t​i​m khusus atau gugus tugas lintas kement​erian untuk menangani masalah khusus.

"Saran saya tugas ini dapat dibentuk oleh Wapres yang memang bertugas dibidang pengawasan​.​ Sekali lagi sebaiknya Lembaga KSP dilikuidasi saja masuk ke tiga lembaga di atas," kata anggota DPR-Ri itu.

Sebelumnya, pemerintah berencana akan melebur sejumlah lembaga yang kontribusinya dinilai tidak maksimal, dan justru hanya menjadi beban negara.

Peleburan lembaga ini merupakan suatu upaya pemerintah untuk mengefisiensi kinerja dan menghemat anggaran negara.

"Akan dilakukan peleburan bagi lembaga-lembaga yang tidak diperlukan atau kontribusi ke negara tidak maksimal, hanya beban saja," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung Wibowo usai rapat kerja (raker) bersama dengan Komisi II DPR di Gedung DPR.

Menurut Pramono, tugas peleburan lembaga-lembaga negara ini secara spesifik diberikan kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddhy Chrisnandi berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Seskab.

"Karena banyak lembaga yang tidak diperlukan sejak era reformasi, tapi saya engga​k​
hafal lembaganya," ujar Politikus PDIP itu.

Adapun Kepala Staf Presiden (KSP), menurut Pramono, sampai hari ini belum ada perubahan, kalaupun nantinya ada perubahan maka presiden sedang memikirkan hal itu. Tapi, sampai hari ini belum ada pemikiran secara spesifik soal KSP.

"Sementara masih begitu, tidak dirangkap, nanti saatnya presiden ambil langkah," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved