Propaganda ISIS, Sekolah dan Orangtua Perlu Bersinergi
Senin, 24 Agustus 2015 - 20:15 WIB
Propaganda ISIS, Sekolah dan Orangtua Perlu Bersinergi
A
A
A
JAKARTA - Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) memiliki berbagai cara melebarkan pengaruh dan merekrut anggotanya.Maka itu, orangtua dan sekolah perlu bersinergi menenamkan ajaran agama yang benar agar para pelajar dan mahasiswa memiliki dasar kuat membendung paham negatif.
Pakar komunikasi politik Universitas Brawijaya Malang, Anang Sujoko mencontohkan, sekolah bisa menerapkan monitoring tim berupa kajian yang sifatnya rutin dan berkelanjutan.
Namun, perlu kemauan dari sekolah menjalankan program tersebut, demi melindungi mahasiswa dari pengaruh paham negatif, termasuk propaganda ISIS. "Di sinilah orangtua secara psikologis harus bisa memberikan spiritual basic, sementara sekolah memperdalam melalui program yang disesuaikan dengan kegiatan belajar," ujar Anang, Senin (24/8/2015).
Sementara itu, guru besar Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Bambang Pranowo mengatakan, salah satu pencegahan efektif, mencegah propaganda ISIS kepada pelajar dan mahasiswa melalui penguatan paham Islam moderat seperti Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Lanjutnya, pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga harus meneruskan program pencegahan paham ISIS, tidak hanya di kalangan mahasiswa, juga di seluruh lapisan masyarkat.
"Apalagi kalau kondisi orang itu sedang gelisah, pikirannya penuh dengan kebuntuan dan melihat kondisi saat ini dirasa tidak ideal bagi dia, maka mereka sangat rentan dengan propaganda ISIS," jelas Bambang.
Baca: Kaum Muda Rentan Akan Propaganda Radilaisme dan Terorisme.
Pakar komunikasi politik Universitas Brawijaya Malang, Anang Sujoko mencontohkan, sekolah bisa menerapkan monitoring tim berupa kajian yang sifatnya rutin dan berkelanjutan.
Namun, perlu kemauan dari sekolah menjalankan program tersebut, demi melindungi mahasiswa dari pengaruh paham negatif, termasuk propaganda ISIS. "Di sinilah orangtua secara psikologis harus bisa memberikan spiritual basic, sementara sekolah memperdalam melalui program yang disesuaikan dengan kegiatan belajar," ujar Anang, Senin (24/8/2015).
Sementara itu, guru besar Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Bambang Pranowo mengatakan, salah satu pencegahan efektif, mencegah propaganda ISIS kepada pelajar dan mahasiswa melalui penguatan paham Islam moderat seperti Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Lanjutnya, pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga harus meneruskan program pencegahan paham ISIS, tidak hanya di kalangan mahasiswa, juga di seluruh lapisan masyarkat.
"Apalagi kalau kondisi orang itu sedang gelisah, pikirannya penuh dengan kebuntuan dan melihat kondisi saat ini dirasa tidak ideal bagi dia, maka mereka sangat rentan dengan propaganda ISIS," jelas Bambang.
Baca: Kaum Muda Rentan Akan Propaganda Radilaisme dan Terorisme.
(kur)