Kabinet Tak Solid, Istana Jadi Pusat Kegaduhan

Minggu, 23 Agustus 2015 - 20:16 WIB
Kabinet Tak Solid, Istana...
Kabinet Tak Solid, Istana Jadi Pusat Kegaduhan
A A A
JAKARTA - Perombakan atau reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo baru-baru ini dinilai gagal membangun harapan baru publik.

Perbedaan pendapat atau perang kata-kata antara para anggota kabinet dinilai justru membuat buruk citra pemerintah.

"Suasana pasca reshuffle justru hanya memberi gambaran buruk tentang soliditas pemerintahan," kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo melalui keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Minggu (23/8/2015).

Menurut dia, sudah tidak ada nilai tambah reshuffle kabinet baru-baru akibat perang kata-kata yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Menteri BUMN Rini Soemarno.

Dia mengatakan, masyarakat dan pebisnis lokal maupun pemodal asing menilai Kabinet Kerja sudah rapuh dan pemerintahan secara keseluruhan tidak solid. "Presiden Joko Widodo harus bisa memulihkan kepercayaan rakyat dan pemodal asing," tandas anggota Komisi III DPR ini.

Kendati insiden itu diklaim sudah diselesaikan pada Sidang Paripurna Kabinet pada Rabu 19 Agustus lalu, kata Bambang, publik tidak akan percaya kabinet akan solid.

Dia mengatakan, mau tidak mau beban persoalan ini harus dikembalikan ke pundak Presiden Jokowi. "Formula seperti apa yang akan dipilih untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, hanya presiden yang tahu," tuturnya.

Menurut dia, upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah harus dilakukan mengingat adanya dua tantangan serius.

Pertama, kata dia, pemerintah dan semua elemen masyarakat ditantang untuk bisa menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang jujur, bersih dan aman di 269 daerah pemilihan.

"Ini sebuah pertaruhan besar bagi bangsa Indonesia," ucapnya. (Baca: Tak Ada Tokoh Sentral, Situasi Politik Terus Gaduh)

Kedua, sambung dia, tantangan eksternal meningkatnya ketidakpastian perekonomian global akibat perang nilai tukar uang yang melibatkan kekuatan-kekuatan utama ekonomi dunia.

Menurut dia, Presiden harus bisa mengembalikan Istana sebagai sumber solusi bangsa. "Istana adalah pusat pemerintahan, bukan pusat kegaduhan," katanya.


PILIHAN:


Tenaga Asing Dipermudah, Bagaimana Nasib Pekerja Lokal?
(dam)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
44 Pati TNI AD Resmi...
44 Pati TNI AD Resmi Naik Pangkat, Ini Nama dan Jabatannya
Sinergi dengan 138 Kampus...
Sinergi dengan 138 Kampus dalam Pendidikan Advokat, Peradi Profesional Raih Rekor MURI
Kasus Penggelapan Dana...
Kasus Penggelapan Dana Bank, Sadiah Amir Sussy Ditahan
Daftar 13 Lokasi yang...
Daftar 13 Lokasi yang Digeledah Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara dan Asabri
Polri Geledah 13 Lokasi...
Polri Geledah 13 Lokasi Dugaan Korupsi Batu Bara, Istana: Kita Hormati Proses Hukum
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved