Adhie Massardi Nilai JK Tak Bijak Respons Kritik Rizal Ramli
Minggu, 23 Agustus 2015 - 05:59 WIB
Adhie Massardi Nilai JK Tak Bijak Respons Kritik Rizal Ramli
A
A
A
JAKARTA - Sikap Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang emosional menanggapi kritikan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli, terkait proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (mw) dinilai menunjukan sikap yang tidak bijak sebagai orang nomor dua di pemerintahan.
"Ketika reaksi JK emosional harusnya disampaikan dengan baik terutama soal listrik ini dia marah dan bilang Rizal Ramli tidak tahu apa-apa kesannya tak bijak sebagai tokoh negara yang senior," kata Koordinator Persatuan Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, kemarin.
Seharusnya imbuh Adhie, jika memang JK ingin menanggapi kritikan Rizal, JK menyampaikan hal tersebut pada rapat kabinet bukan di hadapan publik melalui media. Pasalnya menurut dia, sikap JK membuat keadaan politik semakin gaduh dan rakyat bingung.
"Reaksi ini semakin memberi pandangan negatif dan menjadikan suasana semakin gaduh," ucap Adhie.
Adhie menilai, proyek pembangkit listrik merupakan kepentingan rakyat. Maka itu, sebaiknya bukan perseteruan pembahasan proyek tersebut yang diekspos melainkan proses perencanaan proyeknya.
"Listrik itu kan, punya publik diharapkan semua proyek untuk publik terbuka, jangan ditutupi prosesnya," tandasnya.
Pilihan:
Aturan Pekerja Asing Wajib Bisa Bahasa Indonesia Dihapus
Jokowi Tegaskan Kritiknya Terkait Tayangan Sinetron
"Ketika reaksi JK emosional harusnya disampaikan dengan baik terutama soal listrik ini dia marah dan bilang Rizal Ramli tidak tahu apa-apa kesannya tak bijak sebagai tokoh negara yang senior," kata Koordinator Persatuan Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, kemarin.
Seharusnya imbuh Adhie, jika memang JK ingin menanggapi kritikan Rizal, JK menyampaikan hal tersebut pada rapat kabinet bukan di hadapan publik melalui media. Pasalnya menurut dia, sikap JK membuat keadaan politik semakin gaduh dan rakyat bingung.
"Reaksi ini semakin memberi pandangan negatif dan menjadikan suasana semakin gaduh," ucap Adhie.
Adhie menilai, proyek pembangkit listrik merupakan kepentingan rakyat. Maka itu, sebaiknya bukan perseteruan pembahasan proyek tersebut yang diekspos melainkan proses perencanaan proyeknya.
"Listrik itu kan, punya publik diharapkan semua proyek untuk publik terbuka, jangan ditutupi prosesnya," tandasnya.
Pilihan:
Aturan Pekerja Asing Wajib Bisa Bahasa Indonesia Dihapus
Jokowi Tegaskan Kritiknya Terkait Tayangan Sinetron
(maf)