Seskab Tegaskan Menteri Tidak Harus Yes Man
Kamis, 20 Agustus 2015 - 17:54 WIB
Seskab Tegaskan Menteri Tidak Harus Yes Man
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo tidak memersoalkan perbedaan pendapat di antara para menteri terhadap suatu kebijakan pemerintah.
"Dalam membangun, kita kan harus ada pandangan yang terbuka apalagi dalam kondisi seperti ini. Enggak semuanya harus jadi yes man," kata Pramono di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
Kendati demikian, sambung dia, jangan sampai perbedaan justru menjadi konsumsi publik.
Apabila sudah menjadi konsumsi publik, dia khawatir publik mempersepsikan ada kegaduhan di dalam kabinet.
"Padahal enggak seperti itu," ujarnya.
Seperti diketahui perbedaan pendapat antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt mencuat ke publik.
Bahkan, Rizal yang belum lama dilantik belum Menko Polhukam itu menantang JK untuk melakukan debat publik. Mengenai perbedaan pendapat antara Rizal dan JK, Pramono menandaskan tidak masalah.
"Pertama, enggak ada debat publik. Kedua, enggak ada yang perlu diperdedatkan," tuturnya.
Kemudian yang ketiga, lanjut dia, Presiden Jokowi sudah menyampaikan bahwa proyek listrik 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah bukanlah target.
PILIHAN:
Luhut Sindir Rizal Ramli Belum Merasa Jadi Menteri
"Dalam membangun, kita kan harus ada pandangan yang terbuka apalagi dalam kondisi seperti ini. Enggak semuanya harus jadi yes man," kata Pramono di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
Kendati demikian, sambung dia, jangan sampai perbedaan justru menjadi konsumsi publik.
Apabila sudah menjadi konsumsi publik, dia khawatir publik mempersepsikan ada kegaduhan di dalam kabinet.
"Padahal enggak seperti itu," ujarnya.
Seperti diketahui perbedaan pendapat antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt mencuat ke publik.
Bahkan, Rizal yang belum lama dilantik belum Menko Polhukam itu menantang JK untuk melakukan debat publik. Mengenai perbedaan pendapat antara Rizal dan JK, Pramono menandaskan tidak masalah.
"Pertama, enggak ada debat publik. Kedua, enggak ada yang perlu diperdedatkan," tuturnya.
Kemudian yang ketiga, lanjut dia, Presiden Jokowi sudah menyampaikan bahwa proyek listrik 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah bukanlah target.
PILIHAN:
Luhut Sindir Rizal Ramli Belum Merasa Jadi Menteri
(dam)