Pengacara OC Kaligis Sebut Penangkapan Kliennya Tidak Sah

Selasa, 18 Agustus 2015 - 18:10 WIB
Pengacara OC Kaligis...
Pengacara OC Kaligis Sebut Penangkapan Kliennya Tidak Sah
A A A
JAKARTA - Pengacara Senior Otto Cornelis (OC) Kaligis merasa keberatan atas penangkapan terhadap dirinya oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasannya, penangkapan tersebut bertentangan dengan hukum lantaran KPK tidak menunjukkan surat penangkapan.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Kuasa Hukum OC Kaligis, Johnson Panjaitan dalam persidangan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2015).

Menurut Johnson, penangkapan tanpa menunjukkan surat perintah penangkapan bertentangan dengan Pasal 18 Ayat 1 KUHAP.

"Pelaksanaan tugas penangkapan dilakukan oleh petugas kepolisian negara Republik Indonesia dengan memperlihatkan surat tugas serta memberikan kepada tersangka surat perintah penangkapan, yang mencantumkan identitas tersangka dan menyebutkan alasan penangkapan serta uraian singkat perkara kejahatan yang dipersangkakan serta tempat ia diperiksa," kata Johnson.

Johnson mengatakan, OC Kaligis ditangkap saat berada di Lobi Hotel Borobudur Jakarta pada tanggal 14 Juli 2015 sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, OC Kaligis didatangi tiga penyidik KPK yaitu HN Christiaan, Edy Wahyu Susilo dan Rizka.

Tanpa diperlihatkan surat apapun, kata Johnson, pemohon dipaksa untuk ikut dan selanjutnya masuk ke dalam mobil Toyota Innova hitam dengan nomor polisi B 1396 UOK.

"Itu merupakan tindakan penangkapan yang tidak sah, karena dilakukan tanpa dasar akan adanya bukti permulaan yang cukup dan dilakukan tanpa memperlihatkan surat tugas serta tanpa memberikan surat perintah penangkapan kepada pemohon," jelas Johnson.

Johnson berpendapat, penggeledahan di Kantor OC Kaligis serta penyitaan yang dilakukan oleh KPK tidak dapat dijadikan dasar sebagai bukti permulaan yang cukup guna menangkap kliennya.

"Penggeledahan itu bukan bagian dari penyidikan yang disangkakan pada Pak OCK," tandas Johnson.

PILIHAN:
KPK Amanat Reformasi yang Harus Dijaga Agar Tetap Eksis

Megawati Ngaku Pernah Minta Jokowi Terbitkan Perppu Pilkada
(kri)
Berita Terkait
Parah, 2 Oknum Hakim...
Parah, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap saat Pesta Sabu
MKH Pecat Hakim Penerima...
MKH Pecat Hakim Penerima Suap Kepengurusan Perkara Dede Suryaman
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, 3 Hakim yang Menyidangkan Ronald Tannur Jadi Tersangka
Janjikan Bantu 11 Perkara,...
Janjikan Bantu 11 Perkara, Hakim Ad Hoc PHI Medan Diberhentikan Tidak Hormat
Menyedihkan, Hakim Paling...
Menyedihkan, Hakim Paling Banyak Terjerat Kasus Korupsi
Dieksekusi ke Lapas...
Dieksekusi ke Lapas Surabaya, Mantan Hakim Itong Masuk Sel Isolasi
Berita Terkini
Kabar Duka, Mantan Dubes...
Kabar Duka, Mantan Dubes Prof Bachtiar Aly Meninggal Dunia
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved