Haters = Attention Seeker
Sabtu, 15 Agustus 2015 - 09:55 WIB
Haters = Attention Seeker
A
A
A
YOUTUBE REdho Pratama atau Edho Zell tidak luput dari sasaran kebencian para hatersdi channel YouTube miliknya. Akan tetapi, menurutnya, kini keberadaan haters tak lagi terlihat di akunnya.
Salah satu penyebabnya karena sejak awal ia berkomitmen untuk membuat sebuah karya yang dapat menyenangkan penonton. “Karena tujuan gue bikin video adalah membuat orang senang, bukan sesuatu yang sensasional dan membuat orang lain berdebat. Tapi kalau ternyata ada komentar orang yang berantem masalah SARA atau hal-hal yang enggak penting, itu akan diseleksi oleh manajemen untuk membuat channelkita tetap positif auranya dan orang lain bisa senang,” akunya.
Laki-laki kelahiran 1990 ini menganggap bahwa haters merupakan generasi-generasi yang membutuhkan perhatian dan mencoba untuk memperolehnya di dunia maya. Alasannya, karena social media dapat digunakan untuk berinteraksi dengan cepat dan adanya feedback dari orang lain.
“Kalau gue lebih suka menyebutnya attention seeker. Jadi, kalau kita enggak kasih attentionitu ke mereka (haters), mereka enggak akan melakukannya lagi,” ujarnya. Edho sendiri berusaha untuk memberikan feedback kepada semua orang yang mengomentari karyanya di YouTube.
Namun, ia tetap berprinsip untuk tidak membalas komentar yang bersifat negatif atau hate comments. “Gue coba melihat dari sisi mereka. Kalau tujuan mereka mencari perhatian, maka gue tidak memberikan itu, jadi mereka enggak akan melakukannya lagi,” katanya.
LANI DIANA
Salah satu penyebabnya karena sejak awal ia berkomitmen untuk membuat sebuah karya yang dapat menyenangkan penonton. “Karena tujuan gue bikin video adalah membuat orang senang, bukan sesuatu yang sensasional dan membuat orang lain berdebat. Tapi kalau ternyata ada komentar orang yang berantem masalah SARA atau hal-hal yang enggak penting, itu akan diseleksi oleh manajemen untuk membuat channelkita tetap positif auranya dan orang lain bisa senang,” akunya.
Laki-laki kelahiran 1990 ini menganggap bahwa haters merupakan generasi-generasi yang membutuhkan perhatian dan mencoba untuk memperolehnya di dunia maya. Alasannya, karena social media dapat digunakan untuk berinteraksi dengan cepat dan adanya feedback dari orang lain.
“Kalau gue lebih suka menyebutnya attention seeker. Jadi, kalau kita enggak kasih attentionitu ke mereka (haters), mereka enggak akan melakukannya lagi,” ujarnya. Edho sendiri berusaha untuk memberikan feedback kepada semua orang yang mengomentari karyanya di YouTube.
Namun, ia tetap berprinsip untuk tidak membalas komentar yang bersifat negatif atau hate comments. “Gue coba melihat dari sisi mereka. Kalau tujuan mereka mencari perhatian, maka gue tidak memberikan itu, jadi mereka enggak akan melakukannya lagi,” katanya.
LANI DIANA
(bbg)