Jokowi Telusuri Sepak Terjang Menteri Baru sejak 2,5 Bulan Lalu
Jum'at, 14 Agustus 2015 - 05:08 WIB
Jokowi Telusuri Sepak Terjang Menteri Baru sejak 2,5 Bulan Lalu
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menelusuri sepak terjang empat tokoh yang kini masuk Kabinet Kerja semenjak 2,5 bulan lalu.
Empat tokoh itu adalah Darmin Nasution yang kini menjabat Menteri Koordinator bidang Perekonomian menggantikan Sofjan Djalil yang digeser menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas.
Lalu, Thomas Lembong yang kini sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel. Rizal Ramli yang kini menjadi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo, serta Pramono Anung yang kini sebagai Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Widjajanto.
"Kan sudah dari 2,5 bulan yang lalu," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/8/2015).
Keinginan pemerintah merespons secara cepat mengenai apa yang terjadi di keuangan dan ekonomi global menjadi alasan Jokowi tidak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelum menentukan calon jajaran kabinet baru itu.
"Karena kita ingin merespons secara cepat, terjadinya perubahan-perubahan situasi global, keuangan global, yang harus cepat direspons menteri-menteri yang ada, juga Menko dan menteri yang baru," pungkasnya.
Selain empat tokoh yang baru masuk jajaran kabinet itu, dua pejabat direposisi, yakni Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan menjadi Menko Polhukam menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno dan Menko Perekonomian Sofjan Djalil menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago.
Empat tokoh itu adalah Darmin Nasution yang kini menjabat Menteri Koordinator bidang Perekonomian menggantikan Sofjan Djalil yang digeser menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas.
Lalu, Thomas Lembong yang kini sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel. Rizal Ramli yang kini menjadi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo, serta Pramono Anung yang kini sebagai Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Widjajanto.
"Kan sudah dari 2,5 bulan yang lalu," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/8/2015).
Keinginan pemerintah merespons secara cepat mengenai apa yang terjadi di keuangan dan ekonomi global menjadi alasan Jokowi tidak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelum menentukan calon jajaran kabinet baru itu.
"Karena kita ingin merespons secara cepat, terjadinya perubahan-perubahan situasi global, keuangan global, yang harus cepat direspons menteri-menteri yang ada, juga Menko dan menteri yang baru," pungkasnya.
Selain empat tokoh yang baru masuk jajaran kabinet itu, dua pejabat direposisi, yakni Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan menjadi Menko Polhukam menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno dan Menko Perekonomian Sofjan Djalil menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago.
(zik)