Reshuffle Tanpa Libatkan KPK-PPATK, Ini Alasan Jokowi
Kamis, 13 Agustus 2015 - 20:33 WIB
Reshuffle Tanpa Libatkan KPK-PPATK, Ini Alasan Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan Presiden Joko Widodo telah melacak latar belakang para calon menteri sebelum masuk Kabinet Kerja.
Hal itu merupakan alasan mengapa reshuffle atau perombakan kabinet dilakukan tanpa melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) .
"Presiden sudah melakukan pelacakan sangat lama ya tentang berbagai hal dan ini kan bukan proses mendadak. Ini proses yang sudah panjang," tutur Pratikno di kantornya, Jakarta, Kamis (13/8/2015).
Dia mengakui proses administrasi dalam reshuffle kabinet itu mendadak. "Tetapi proses pengurusannya sudah sangat lama," katanya. (Baca: Reshuffle Kabinet, Kebutuhan atau Pencitraan)
Pratikno mengatakan reshuffle kabinet yang telah dilakukan Presiden Jokowi bukan semata persoalan pergantian personel kabinet.
"Tetapi juga sebuah akselerasi program-program pemerintah, jadi kebijakan pemerintah dalam menghadapi situasi ekonomi global yang memang tidak ramah ini, itu saja," katanya. .
PILIHAN:
Dicopot dari Menkopolhukam, Apa yang Akan Dilakukan Tedjo?
Hal itu merupakan alasan mengapa reshuffle atau perombakan kabinet dilakukan tanpa melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) .
"Presiden sudah melakukan pelacakan sangat lama ya tentang berbagai hal dan ini kan bukan proses mendadak. Ini proses yang sudah panjang," tutur Pratikno di kantornya, Jakarta, Kamis (13/8/2015).
Dia mengakui proses administrasi dalam reshuffle kabinet itu mendadak. "Tetapi proses pengurusannya sudah sangat lama," katanya. (Baca: Reshuffle Kabinet, Kebutuhan atau Pencitraan)
Pratikno mengatakan reshuffle kabinet yang telah dilakukan Presiden Jokowi bukan semata persoalan pergantian personel kabinet.
"Tetapi juga sebuah akselerasi program-program pemerintah, jadi kebijakan pemerintah dalam menghadapi situasi ekonomi global yang memang tidak ramah ini, itu saja," katanya. .
PILIHAN:
Dicopot dari Menkopolhukam, Apa yang Akan Dilakukan Tedjo?
(dam)