Ekonomi Membaik, Penjualan Meningkat

Kamis, 13 Agustus 2015 - 08:29 WIB
Ekonomi Membaik, Penjualan...
Ekonomi Membaik, Penjualan Meningkat
A A A
Membeli pesawat pribadi bagi para miliarder bukan sebagai kebutuhan semata. Tetapi, itu sebagai gaya hidup. Ketika ada jenis pesawat pribadi baru, para miliarder ramai-ramai memborongnya.

Persaingan bisnis pesawat pribadi juga semakin meningkat. Meski penjualan pesawat pribadi sempat mengalami penurunan pada 2008, kini dua perusahaan produksi pesawat pribadi yakni Embraer dan Cesna terus berlomba mengeluarkan model terbaru. Mereka ingin menarik minat para konglomerat dunia untuk membeli jet pribadi yang biasa digunakan untuk kepentingan bisnis.

Embraer, perusahaan pesawat asal Brasil, meluncurkan Legacy 450. Itu jenis terbaru dari Legacy 500 tahun lalu. Sementara Cesna akan mengeluarkan seri Latitude terbarunya. Berbagai produk pesawat pribadi itu akan ditampilkan dalam Pameran Penerbangan Bisnis Amerika Latin di Sao Paulo, Brasil, pekan depan.

Acara itu akan dibanjiri para pencinta pesawat pribadi yang telah menanti selama tujuh tahun terakhir. ”Pesawat pribadi seperti halnya mobil, orang suka model terbaru dan terbesar,” ucap Cai Von Rumohr, seorang analis dari Cowen & Co, seperti dikutip Bloomberg .

Padahal, industri pesawat mengalami penurunan sebesar 4,1% pada enam bulan pertama tahun ini dan membuat industri ini tak berkembang. Jumlah permintaan yang menurun dari negara kaya minyak di Timur Tengah, juga Rusia dan Amerika Latin tak berbeda jauh dengan Amerika Serikat dan Eropa.

Jens Hennig, wakil presiden dari Asosiasi Umum Produsen Penerbangan (GAMA) yang berkantor di Washington, mengatakan, sebagai konsekuensi meningkatnya ekonomi di AS terus mendorong para eksekutif dan orang superkaya untuk membeli pesawat pribadi. ”Dengan membaiknya kondisi di AS, kita akan melihat sebuah kesempatan dan segmen kelas menengah mempunyai kesempatan untuk bangkit,” kata Hennig.

GAMA menyatakan pada 2014 terjadi 722 unit pesawat yang berhasil dijual. GAMA memprediksi bahwa angka penjualan pada 2015 akan seperti tahun lalu.

ARVIN
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved