Hillary Mulai Serang Trump

Rabu, 12 Agustus 2015 - 09:30 WIB
Hillary Mulai Serang...
Hillary Mulai Serang Trump
A A A
WASHINGTON - Kandidat calon presiden (capres) unggulan Partai Demokrat, Hillary Clinton, mulai melancarkan kritik pedas terhadap Donald Trump. Hillary telah lama berdiam diri dengan tidak banyak memberikan komentar dan kritik pedas kepada rivalnya.

Sepertinya kini dia sudah menganggap Trump sebagai ancaman. Kritikan Hillary itu menambah daftar panjang para politisi dan kandidat capres lain yang melancarkan serangan keras ke Trump. ”Saya pikir dia (Trump) berbicara terlalu berlebihan, menyinggung, dan kasar. Pilihlah kata-kata sebelum berkata,” ujar Hillary kepada awak media di New Hampshire, Amerika Serikat (AS), dikutip AFP.

Kritikan tersebut terkait pernyataan berlebihan Trump terhadap Megyn Kelly, moderator debat capres Partai Republik yang ditayangkan Fox News beberapa waktu lalu. ”Apa yang dikatakan Trump mengenai Kelly tidak pantas. Apa yang dilakukan Partai Republik tentang perempuan juga sama,” kata Hillary.

Dia juga menilai misi Partai Republik tidak sedikitpun mendukung perempuan sehingga akan menurunkan kesetaraan gender di AS. ”Mereka(PartaiRepublik) begitu berlebihan. Merekamengatakan akan memaksa perempuan yang diperkosa merawat anak hasil perkosaan,” tudingnya.

Hillary juga mengungkapkan bahwa Partai Republik tidak mendukung dana perawatan kesehatan bagi perempuan. ”Kita tidak mendengar mereka mendukung kenaikan upah minimum dan menyuarakan kesetaraan perempuan (dengan laki-laki),” katanya. Dia menuding Republik tidak memberikan kesempatan bagi perempuan untuk maju. Kendati menuai kontroversi, pamor dan dukungan terhadap Trump tetap tinggi.

Jajak pendapat yang dilakukan Reuters/Ipsos menunjukkan Trump tetap berada di posisi paling atas di antara kandidat Partai Republik lainnya dengan 24%. Padahal, beberapa politisi senior Republik memprediksi pamorTrumpakanturundalam perebutan nominasi capres. Namun, itu tidak terbukti.

Trump makin populer dengan kontroversinya. Ketika publik AS meminta dia untuk meminta maaf kepada Kelly, dia berkata: ”saya tidak peduli sedikit pun dengan dia (Kelly).” Bahkan, Trump juga melancarkan kritikan kepada satu-satunya kandidat capres perempuan Partai Republik, Carly Fiorina, mantan CEO Hewlett- Packard. ”Saya menyadari jika Anda mendengarkan Carly Fiorina selama lebih 10 menit, Anda akan mengalami sakit kepala.

Dia sama sekali tidak memiliki kesempatan (untuk menang),” ungkap Trump. Lawan terkuat Trump, mantan Gubernur Florida Jeb Bush, membuntuti Trump dengan skor 12% atau turun 5% dibandingkan sebelum debat terbuka Partai Republik. Tidak ada kandidat lain yang meraih lebih dari 8% dalam jajak pendapat online tersebut. ”Mereka (pendukung Republik) menginginkan seseorang dari luar (partai),” kata Craig Robinson, mantan direktur politik Partai Republik Iowa.

Muh shamil/andika
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved