PAN: Jabatan Dubes Bukan Hadiah Hiburan Tim Sukes Jokowi-JK
Selasa, 11 Agustus 2015 - 11:08 WIB
PAN: Jabatan Dubes Bukan Hadiah Hiburan Tim Sukes Jokowi-JK
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan 33 nama calon Duta Besar (Dubes) Indonesia ke Komisi I DPR. Namun, dari 33 nama yang dicalonkan itu ada beberapa nama-nama yang dulunya pernah menjadi relawan Jokowi-JK dalam Pemilu 2014.
Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menilai, terdapat beberapa calon yang memiliki kompeten dan ada pula yang mungkin inkompeten. Kendati demikian, Hanafi meminta agar jabatan Dubes bukan hadiah untuk relawan Jokowi.
"Kita lihat nanti pas di fit and proper test untuk kepastiannya. Perlu diingat, jabatan dubes bukan 'consolation gift' (hadiah hiburan) untuk para tim sukses," ujar Hanafi melalui pesan singkat kepada Sindonews, Selasa (11/8/2015).
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, jabatan Dubes bukanlah barang privat, tapi jabatan negara yang perlu marwah untuk menjaga kehormatan kepentingan nasional negara Indonesia.
"Saya sendiri tidak memasalahkan asal dan background calon dari mana, apakah relawan atau tidak. Yang akan kami nilai nanti adalah kompetensi dan kapabilitas diplomasi mereka," tutur Hanafi.
Namun sejak pemerintahan baru ini, kata dia, Indonesia dipersepsi luas oleh dunia internasional sebagai negara yang 'inward-looking'", terkesan menutup diri.
"Tugas utama diplomat baru kita nanti adalah mengubah persepsi keliru tersebut, baru investor tertarik untuk ke Indonesia," tandas Hanafi.
PILIHAN:
Pengacara Bupati Morotai Yakin Menang Atas KPK di PN Jaksel
Amankan Pilkada Serentak, Mabes Polri Kumpulkan Kasatwil
Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menilai, terdapat beberapa calon yang memiliki kompeten dan ada pula yang mungkin inkompeten. Kendati demikian, Hanafi meminta agar jabatan Dubes bukan hadiah untuk relawan Jokowi.
"Kita lihat nanti pas di fit and proper test untuk kepastiannya. Perlu diingat, jabatan dubes bukan 'consolation gift' (hadiah hiburan) untuk para tim sukses," ujar Hanafi melalui pesan singkat kepada Sindonews, Selasa (11/8/2015).
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, jabatan Dubes bukanlah barang privat, tapi jabatan negara yang perlu marwah untuk menjaga kehormatan kepentingan nasional negara Indonesia.
"Saya sendiri tidak memasalahkan asal dan background calon dari mana, apakah relawan atau tidak. Yang akan kami nilai nanti adalah kompetensi dan kapabilitas diplomasi mereka," tutur Hanafi.
Namun sejak pemerintahan baru ini, kata dia, Indonesia dipersepsi luas oleh dunia internasional sebagai negara yang 'inward-looking'", terkesan menutup diri.
"Tugas utama diplomat baru kita nanti adalah mengubah persepsi keliru tersebut, baru investor tertarik untuk ke Indonesia," tandas Hanafi.
PILIHAN:
Pengacara Bupati Morotai Yakin Menang Atas KPK di PN Jaksel
Amankan Pilkada Serentak, Mabes Polri Kumpulkan Kasatwil
(kri)