Pembahasan Anggaran 2016 Deadlock

Senin, 10 Agustus 2015 - 10:31 WIB
Pembahasan Anggaran...
Pembahasan Anggaran 2016 Deadlock
A A A
JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2016 terancam kembali menggunakan peraturan gubernur (pergub). Hal ini karena proses pembahasan proses APBD antara Pemprov DKI Jakarta dan DPRD mengalami jalan buntu (deadlock ).

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menuturkan, jalan buntu terjadi dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016 sebesar Rp73 triliun yang diajukan eksekutif.

KUA-PPAS 2016 yang diserahkan pada Badan Anggaran DPRD tidak terinci dan berbentuk gelondongan. Kendati demikian, Pras akan terus berupaya agar kejadian pembahasan APBD DKI 2015 yang berujung pada pergub lantaran konflik antara Pemprov DKI Jakarta dan DPRD tidak terulang kembali.

Salah satu upayanya yakni hari ini diadakan rapat besar yang dihadiri Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), DPRD, serta Pemprov DKI Jakarta. ”Kami akan dengarkan masukan- masukan dari Kemendagri terlebih dahulu.

Kami tidak ingin kejadian pembahasan APBD 2015 terulang kembali yang akibatnya tidak ada pembangunan fisik saat ini,” kata Prasetio Edi Marsudi kemarin. Politikus PDIP itu menuturkan, rapat besar mengenai mekanisme dan aturan penyusunan dan pembahasan KUA-PPAS akan digelar pada pukul 13.00 WIB di Ruang Pola, Blok G, Balai Kota DKI Jakarta.

Rapat tiga instansi tersebut akan dihadiri langsung pimpinan tertingginya. Dari Pemprov DKI Jakarta akan hadir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI.

Sedangkandari pihakDPRD yakniPrasetio Edi Marsudi dan Badan Anggaran (Banggar). Rapat tersebut membahas mekanisme dan aturan yang tidak boleh dilanggar dan apa yang harus dilakukan dalam pembahasan KUA-PPAS 2016. Terkait penyerapan anggaran yang masih rendah yakni 19,21%, Pras memilih untuk tidak berbicara.

Memasuki semester II tahun ini, Pemprov DKI Jakarta baru menyelesaikan lelang fisik untuk pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana umum sebanyak 312 paket senilai Rp680,7 miliar.

Data yang tercantum dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) per 30 Juli, total biaya langsung yang sudah diumumkan Rp26,03 triliun. Berdasarkan data Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta, hingga31Juli2015totalkegiatan fisik yang sudah masuk proses lelang sebanyak 4.115 paket kegiatan dengan nilai Rp8,95 triliun.

”Dari 877 kegiatan yang sudah proses, 312 kegiatan di antaranya sudah rampung dilelang,” ungkap Kepala BPPBJ DKI Jakarta Irfan Amtha.

Bima Setiyadi
(bbg)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Breaking News! Kepala...
Breaking News! Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri
Refly Harun Soroti Putusan...
Refly Harun Soroti Putusan Hakim Praperadilan Roy Suryo: Hak Menggugat Tak Bisa Dibatasi
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
3 Brigjen Pol Dapat...
3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026, Ini Daftar Namanya
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved