Parpol Upayakan Usung Calon Baru

Senin, 10 Agustus 2015 - 10:21 WIB
Parpol Upayakan Usung...
Parpol Upayakan Usung Calon Baru
A A A
JAKARTA - Sejumlah partai politik(parpol) berupaya mengusung pasangan calon baru di tujuh daerah yang calonnya masih tunggal. Namun mereka mengalami kendala kurangnya persyaratan jumlah kursi dan belum adanya kesepakatan parpol lain untuk berkoalisi di daerah tersebut.

”Sebenarnya PAN (Partai Amanat Nasional) sudah ada SK (surat keputusan)-nya di tujuh daerah itu, tinggal apakah partai lain ikut mencalonkan atau tidak karena PAN enggak bisa sendirian,” kata anggota Tim Pilkada PAN Yandri Susanto saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta kemarin.

PAN sedang berkomunikasi dengan parpol lain untuk berkoalisi dan mengusung pasangan calon. Misalnya di Surabaya, PAN sedang berkomunikasi dengan Partai Demokrat untuk mencari kader pengganti Demokrat yang cocok dijadikan calon wakil.

Calon yang mereka usung sebelumnya kabur karena tidak mau didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Yandri meyakini PAN bisa mengusung pasangan calon baru di beberapa daerah yang calonnya masih tunggal. Sebab pada dasarnya PAN telah memiliki calon di daerah tersebut, hanya terkendala persoalan kuota kursi yang belum memenuhi syarat dan belum ada parpol lain yang mau berkoalisi.

”Seperti Samarinda sudah punya pasangan calon dan itu syaratnya sudah cukup, tinggal apakah partai lain mau mendaftarkan diri atau enggak. Di Timor Tengah Utara kami juga sudah punya, Blitar sudah punya, tinggal diintensifkan partai- partai lain untuk mendaftarkan calon,” tandasnya.

Sementara itu, anggota tim pilkada Partai Golkar dari Kubu Aburizal Bakrie (ARB), Nurdin Halid, menjelaskan, mencalonkan atau tidaknya Partai Golkar di tujuh daerah tersebut bergantung pada daerah yang bersangkutan. Sebab jika jumlah kursi tidak mencukupi, DPP Partai Golkar tidak bisa memaksakan.

”Misal di Surabaya kami di tim 10 (tim pilkada Golkar) tidak bisa mencalonkan dan tak ada yang mau berkoalisi,” katanya kepada KORAN SINDO. Namun tim pilkada masih terus melakukan pemantauan di tujuh daerah tersebut. Sebab ini akan sangat bergantung pada parpol mana yang mau bergabung dengan Golkar untuk mengusung calon baru.”Ini situasi yang dihadapi oleh daerah, harus ada solusi atas persoalan ini,” ujarnya.

Kiswondari
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Kasus Febrie Adriansyah,...
Kasus Febrie Adriansyah, Pengamat: Sapu Kotor Tak Bisa Bersihkan Korupsi
Bakom Sangkal Febrie...
Bakom Sangkal Febrie Adriansyah Algojo Pemberantasan Korupsi di Kejagung
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved