Usai Ikuti Kegiatan MOS, Siswi SMP di Bogor Meninggal
Jum'at, 07 Agustus 2015 - 09:58 WIB
Usai Ikuti Kegiatan MOS, Siswi SMP di Bogor Meninggal
A
A
A
BOGOR - Febriyanti Safitri, 12, siswi SMP PGRI Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor, meninggal seusai mengikuti hari terakhir upacara pagi masa orientasi siswa (MOS) di sekolahnya, Rabu (29/7).
Meski kejadiannya sudah sepekan lalu, suasana duka mendalam masih menyelimuti keluarga. Ari Safari, 30, orang tua korban, tidak menyangka anaknya meninggal dunia saat menjalani kegiatan MOS hari terakhir. ”Pada hari itu saya sempat nganter dia ke sekolah. Ternyata hari itu saya antar dia untuk terakhir kalinya,” katanya kemarin.
Dia menceritakan, sebelum berangkat ke sekolah Febri memang mengeluh sakit perut dan sempat buang air besar sebanyak dua kali. Saat itu anaknya sempat sarapan pagi, padahal sehariharinya Febri jarang sarapan pagi. Menurut dia, anaknya pernah mempunyai riwayat sakit maag, tapi itu terjadi tahun lalu dan belakangan ini tidak pernah kambuh lagi.
”Sekarang dia enggak pernah ngeluh sakit. Dia memang orangnya pendiam, enggak banyak ngeluh kalau sakit,” ucapnya. Mengenai kabar kematian anaknya, dia diberi tahu pihak sekolah bahwa Febri dibawa ke puskesmas dekat sekolah.
Saat mendatangi puskesmas, dia melihat putri sulungnya sudah terbaring di kasur dalam kondisi tak bernyawa.”Saya dikabari pihak sekolah. Katanya, anak saya pingsan pas apel pagi, lalu dibawa ke puskesmas. Nah , ketika dicek di puskesmas ternyata anak saya sudah meninggal,” tutur Ari.
Kepala SMP PGRI Gadog Yoyo Sunaryo turut berduka dan meminta maaf kepada pihak keluarga. ”Yang jelas kami telah melakukan antisipasi atas kejadian ini,” katanya. Sebelum kejadian, dia telah mengingatkan kepada para siswa bagi yang merasa sakit diperbolehkan tidak mengikuti kegiatan MOS. ”Namun, saat itu tidak ada murid yang minta izin untuk tidak mengikuti MOS, termasuk Febri,” ujarnya.
Sebelumnya siswa SMP Flora Bekasi Evan Christoper Situmorang, 12, tewas seusai mengikuti kegiatan MOS, Kamis (30/7). Dia meninggal diduga akibat kelelahan. Jenazah dimakamkan ditempat pemakaman umum (TPU) Perwira, Bekasi Utara.
Haryudi
Meski kejadiannya sudah sepekan lalu, suasana duka mendalam masih menyelimuti keluarga. Ari Safari, 30, orang tua korban, tidak menyangka anaknya meninggal dunia saat menjalani kegiatan MOS hari terakhir. ”Pada hari itu saya sempat nganter dia ke sekolah. Ternyata hari itu saya antar dia untuk terakhir kalinya,” katanya kemarin.
Dia menceritakan, sebelum berangkat ke sekolah Febri memang mengeluh sakit perut dan sempat buang air besar sebanyak dua kali. Saat itu anaknya sempat sarapan pagi, padahal sehariharinya Febri jarang sarapan pagi. Menurut dia, anaknya pernah mempunyai riwayat sakit maag, tapi itu terjadi tahun lalu dan belakangan ini tidak pernah kambuh lagi.
”Sekarang dia enggak pernah ngeluh sakit. Dia memang orangnya pendiam, enggak banyak ngeluh kalau sakit,” ucapnya. Mengenai kabar kematian anaknya, dia diberi tahu pihak sekolah bahwa Febri dibawa ke puskesmas dekat sekolah.
Saat mendatangi puskesmas, dia melihat putri sulungnya sudah terbaring di kasur dalam kondisi tak bernyawa.”Saya dikabari pihak sekolah. Katanya, anak saya pingsan pas apel pagi, lalu dibawa ke puskesmas. Nah , ketika dicek di puskesmas ternyata anak saya sudah meninggal,” tutur Ari.
Kepala SMP PGRI Gadog Yoyo Sunaryo turut berduka dan meminta maaf kepada pihak keluarga. ”Yang jelas kami telah melakukan antisipasi atas kejadian ini,” katanya. Sebelum kejadian, dia telah mengingatkan kepada para siswa bagi yang merasa sakit diperbolehkan tidak mengikuti kegiatan MOS. ”Namun, saat itu tidak ada murid yang minta izin untuk tidak mengikuti MOS, termasuk Febri,” ujarnya.
Sebelumnya siswa SMP Flora Bekasi Evan Christoper Situmorang, 12, tewas seusai mengikuti kegiatan MOS, Kamis (30/7). Dia meninggal diduga akibat kelelahan. Jenazah dimakamkan ditempat pemakaman umum (TPU) Perwira, Bekasi Utara.
Haryudi
(ftr)