Jepang Serukan Pelucutan Senjata Nuklir

Jum'at, 07 Agustus 2015 - 09:54 WIB
Jepang Serukan Pelucutan...
Jepang Serukan Pelucutan Senjata Nuklir
A A A
70 tahun sudah berlalu saat pesawat Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima, Jepang.

Serangan itu menewaskan 140.000 orang di kota tersebut. Aksi serupa terjadi di Kota Nagasaki, tiga hari berselang setelah serangan yang menandai berakhirnya Perang Dunia II. Upacara peringatan hari bersejarah itu dihadiri 40.000 warga Hirosima dan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe di tugu peringatan taman Hirosima.

Tepat pukul 08.10 pagi waktu setempat, mereka mengheningkan cipta selama satu menit. Dalam waktu yang sama pula lonceng berdentang, tepat saat Pesawat B-29 milik AS, Enola Gay, menjatuhkan bom nuklir dan meledak meluluhlantakkan pusat kota seluas 600 meter persegi pada 6 Agustus 1945.

Pada hari itu saja setidaknya 70.000 orang tewas dan masih banyak lagi yang terluka parah karena terkena radiasi setelah serangan tersebut. Saat peringatan mengenang 70 tahun jatuhnya bom atom di Hiroshima, warga melepaskan burung merpati sebagai simbol perdamaian.

Sebelum acara dimulai, warga terlebih dahulu membakar dupa, disusul aksi anak-anak yang berbaring layaknya korban meninggal di cekungan tepat di mana bom atom jatuh. Peringatan dilanjutkan dengan melarung ribuan lentera di sungai Motoyasu. PM Abe kembali menyerukan perlucutan senjata nuklir di seluruh dunia.

Dia mengatakan, bom atom tidak hanya menewaskan ribuan orang di Hiroshima, tetapi juga menyebabkan penderitaan berkepanjangan terhadap para korban selamat. ”Hari ini Hiroshima dihidupkan kembali dan kini menjadi kota budaya dan makmur. Tujuh puluh tahun ini saya ingin kembali menegaskan perlunya perdamaian dunia,” ucap PM Abe, dikutip BBC .

Abe ditemani Wali Kota Hirosima Kazumi Matusi dan Duta Desar AS untuk Jepang Caroline Kennedy. Matsui menyebut senjata nuklir sebagai kejahatan mutlak dan meminta dunia meninggalkan selamanya.

”Untuk hidup berdampingan, kita harus menghapuskan kebiadaban senjata nuklir. Sekarang adalah waktu untuk mulai mengambil tindakan,” seru Matsui dalam pidatonya. ?

Ananda nararya
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved