Bandara Ngurah Rai Kembali Ditutup

Jum'at, 07 Agustus 2015 - 09:53 WIB
Bandara Ngurah Rai Kembali...
Bandara Ngurah Rai Kembali Ditutup
A A A
DENPASAR - Bandara Ngurah Rai, Bali ditutup bagi lalu lintas penerbangan menyusul dampak semburan abu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur kemarin.

Penutupan berlaku mulai jam 12.00 hingga pukul 18.00 Wita sesuai Notam (Notices to Airmen ) Nomor A1635/15. ”Karena pergerakan abu vulkanik Gunung Raung, kami memutuskan kembali menutup sementara operasional bandara,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Trikora Harjokemarin.

Akibat penutupan itu, Bandara Ngurah Rai tidak melayani seluruh penerbangan yang akan mendarat maupun berangkat dari Bali baik untuk tujuan domestik maupun internasional. Diperkirakan sekitar 228 penerbangan atau 60% dari total 380 penerbangan terancam gagal terbang. Penerbangan yang akan mendarat di Bali pun akan dialihkan ke bandara terdekat.

Di terminal keberangkatan, pihak bandara memberitahukan bahwa bandara ditutup sementara melalui pengeras suara. Ribuan calon penumpang yang baru saja tiba di pintu masuk terminal maupun yang sudah check in pun kaget mendengar informasi itu. Semburan abu vulkanik Gunung Raung sebenarnya sudah terlihat ketika sejumlah maskapai membatalkan penerbangan mereka sejak Rabu (5/8) lalu.

Namun, saat itu pihak bandara belum mengeluarkan Notam. Sedangkan pada Kamis (6/8) siang, sudah puluhan maskapai baik rute domestik maupun internasional yang membatalkan penerbangan seperti Qantas, Jetstar, Virgin Air, dan Air New Zealand. Bahkan, Jetstar dan Virgin Air telah batal terbang sejak Rabu (5/8).

Juli lalu, Bandara Ngurah Rai juga ditutup selama tiga kali akibat sebaran abu vulkanik Gunung Raung. Akibatnya, sebanyak 10 ribu wisatawan mancanegara per hari batal datang ke Bali dengan kerugian mencapai USD40.000 (sekitar Rp540 juta) per hari.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Raung semakin tebal dan meluas. Dari data PVMBG, tremor masih terjadi dengan amplitudo 8-32 mm dominan 31 mm. Ini mengindikasikan suplai magma ke permukaan kawah masih berlangsung.

Asap kelabu tebal dengan tekanan lemah juga masih tinggi 1.000 meter ke selatan-tenggara. Jarak terdekat debu vulkanik dari Bandara Ngurai Rai hanya sekitar 18 km. ”Kondisi demikian menyebabkan Bandara Ngurah Rai ditutup sementara,” katanya.

Miftahul chusna
(ftr)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved