RI-Turki Sepakat Cegah Aksi Terorisme ISIS

Sabtu, 01 Agustus 2015 - 10:24 WIB
RI-Turki Sepakat Cegah...
RI-Turki Sepakat Cegah Aksi Terorisme ISIS
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Turki berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di bidang terorisme, terutama penangkalan terhadap pengikut ISIS.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah Indonesia akan menempatkan intelijen di kawasan Turki yang selama ini menjadi tempat penyeberangan ke Suriah. ”Ya, kita kan tahu bahwa banyak dari sini yang menuju ke SuriahitulewatTurki. Oleh sebab itu, tadi kita juga minta agar ada kerja sama intelijen, kerja sama informasi, dan kita juga minta ada nanti yang kita tempatkan di sana,” ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta.

Menurut Kepala Negara, aparat intelijen yang ditempatkan khusus akan melakukan pengawasan secara intensif untuk pencegahan terhadap warga negara Indonesia yang akan menyeberang ke Suriah. ”Ya, dari aparat kita intelijen untuk juga tukar-menukar informasi dan intelijen ini betul-betul bisa kita lakukan begitu,” tandasnya.

Pembicaraan kerja sama dalam bidang terorisme tersebut dibahas Presiden Jokowi bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dalam kunjungannya ke Jakarta, Presiden Erdogan melakukan pembicaraan empat mata dan menggelar pertemuan bilateral untuk meningkatkan kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang.

Presiden Erdogan dalam kunjungan pertamanya sebagai presiden Turki ini juga membawa 200 pengusaha untuk mengembangkan bisnis, meningkatkan investasi dan perdagangan. Sebelum diterima Presiden Jokowi dalam upacara kenegaraan, Presiden Erdogan melaksanakan Salat Jumat di Masjid Istiqlal bersama Wapres Jusuf Kalla.

Dalam keterangan pers bersama, Presiden Erdogan menyebutkan terdapat 60.000 simpatisan ISIS yang telah dihambat masuk Suriah melalui Turki. ”Sebanyak 116.000 orang telah dideportasi, dan sekitar 1.300 telah ditangkap dan ditahan, dan mereka juga telah dibawa keluar dari negara kita,” ujar Erdogan.

Terkait peningkatan kerja sama itu, pemerintah Turki menyambut baik rencana Presiden Jokowi yang ikut berkontribusi menempatkan intelijennya. Negara-negara lain menurutnya juga perlu berkontribusi untuk mencegah adanya warga negaranya bergabung dengan ISIS.

Selain membahas mengenai berbagai isu dunia dan krisis di Timur Tengah, kedua kepala pemerintahan juga membahas mengenai peningkatan kerja sama di bidang ekonomi. Menurut Presiden Jokowi, hambatan perdagangan yang ada saat ini bisa segera diselesaikan terutama yang terkait dengan Free Trade Agreement.

Presiden Jokowi menegaskan, target kedua negara tahun ini adalah menyelesaikan hambatan dan masalah birokrasi. Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang industri perawatan militer, industri pembuatan kapal-kapal kecil, dan kerja sama di bidang pembangkit listrik tenaga gas.

”Tadi juga sudah kita setujui akan segera adanya penerbangan langsung dari Turki ke Kuala Lumpur, kemudian ke Jakarta dan menuju Denpasar. Ini dalam rangka untuk meningkatkan turisme dan juga untuk angkutan penumpang dan kargo dari TurkikeIndonesiadanIndonesia ke Turki,” jelasnya.

Rarasati syarief
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Gempa M7,1 Guncang Jepang,...
Gempa M7,1 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban
PWI Cabut Laporan Polisi...
PWI Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
Perindo Bekali Anggota...
Perindo Bekali Anggota Legislatif Strategi Pemenangan dan Pemahaman Teknis Kepemiluan
Anggota DPRD Jatim Ditahan...
Anggota DPRD Jatim Ditahan KPK, Diduga Beri Suap Rp1,5 Miliar demi Jatah Dana Hibah Rp83,4 Miliar
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Dasar Penetapan Febrie...
Dasar Penetapan Febrie sebagai Tersangka TPPU Dipertanyakan
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved