Tingkat Kesulitan Soal di Atas Rata-Rata
Sabtu, 01 Agustus 2015 - 10:17 WIB
Tingkat Kesulitan Soal di Atas Rata-Rata
A
A
A
MAGELANG - Seluruh tahapan tes individu dalam rangkaian International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2015 di Magelang, Jawa Tengah, telah selesai dilaksanakan.
Kemarin, tes analisis data yang berlangsung di SMA Nusantara berjalan dengan lancarmulaipukul07.30hingga 11.30 WIB. Dalam tes tersebut, 318 pelajar SMA dari 41 negara mengerahkan segenap kemampuan mereka yang dilatih selama berbulan-bulan untuk dapat menjawab dua soal tes individu terakhir dalam kompetisi internasional bertemakan Astronomy Beyond the Boundaries of Humanity and Culture tersebut.
Peserta yang lebih siap dan terlatih tentu dapat melewati tahapan ini dengan mudah. Terbukti, beberapa peserta mengaku senang bisa menjalani tes data analisis tersebut. Joao Paulo Krug Paiva asal Brasil misalnya menyatakan mampu melewati tes-tes tersebut dengan baik.
”Dari seluruh rangkaian tes yang dikerjakan, saya paling menyukai tes data analisis. Bahkan, saya merasa telah melakukan yang terbaik pada tes tersebut,” ujar Paiva. Hal senada disampaikan peserta asal Kanada Oliver Jin Wang. Dia mengatakan, meski tingkat kesulitan soal-soal tersebut berada di atas rata-rata, dia mengaku mampu menyelesaikannya dengan sempurna.
”Saya telah berlatih soal-soal sulit tersebut selama masa persiapan. Jadi, saya tidak terlalu merasakan kesulitan saat mengerjakannya,” tutur Wang. Seperti penyelenggaraanpenyelenggaraan IOAA sebelumnya, perolehan medali IOAA IX ini pun akan ditentukan berdasarkan hasil rangkaian testes individu yang terdiri dari tes observasi, teori, dan analisis data. Komposisi perhitungan skor keseluruhan untuk tes individu adalah 25% untuk tes observasi, 50% untuk teori, dan 25% untuk data analisis.
Tiga peserta terbaik dalam event internasional tersebut tentunya akan mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu. Meski rangkaian tes utama IOAA 2015 telah berakhir, para peserta masih harus menghadapi dua tes lainnya, yakni kompetisi tim dan kompetisi poster. Mereka juga masih memiliki sejumlah agenda kegiatan sebelum kepulangan pada 4 Agustus mendatang.
”Bagian terbaik bagi saya dari rangkaian kompetisi ini adalah saya kini memiliki banyak teman baru dan memiliki pemahaman lebih baik tentang posisi saya di dunia pendidikan,” tutur Shu Fay Ung, peserta asal Malaysia.
Hery priyantono/ muh fauzi
Kemarin, tes analisis data yang berlangsung di SMA Nusantara berjalan dengan lancarmulaipukul07.30hingga 11.30 WIB. Dalam tes tersebut, 318 pelajar SMA dari 41 negara mengerahkan segenap kemampuan mereka yang dilatih selama berbulan-bulan untuk dapat menjawab dua soal tes individu terakhir dalam kompetisi internasional bertemakan Astronomy Beyond the Boundaries of Humanity and Culture tersebut.
Peserta yang lebih siap dan terlatih tentu dapat melewati tahapan ini dengan mudah. Terbukti, beberapa peserta mengaku senang bisa menjalani tes data analisis tersebut. Joao Paulo Krug Paiva asal Brasil misalnya menyatakan mampu melewati tes-tes tersebut dengan baik.
”Dari seluruh rangkaian tes yang dikerjakan, saya paling menyukai tes data analisis. Bahkan, saya merasa telah melakukan yang terbaik pada tes tersebut,” ujar Paiva. Hal senada disampaikan peserta asal Kanada Oliver Jin Wang. Dia mengatakan, meski tingkat kesulitan soal-soal tersebut berada di atas rata-rata, dia mengaku mampu menyelesaikannya dengan sempurna.
”Saya telah berlatih soal-soal sulit tersebut selama masa persiapan. Jadi, saya tidak terlalu merasakan kesulitan saat mengerjakannya,” tutur Wang. Seperti penyelenggaraanpenyelenggaraan IOAA sebelumnya, perolehan medali IOAA IX ini pun akan ditentukan berdasarkan hasil rangkaian testes individu yang terdiri dari tes observasi, teori, dan analisis data. Komposisi perhitungan skor keseluruhan untuk tes individu adalah 25% untuk tes observasi, 50% untuk teori, dan 25% untuk data analisis.
Tiga peserta terbaik dalam event internasional tersebut tentunya akan mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu. Meski rangkaian tes utama IOAA 2015 telah berakhir, para peserta masih harus menghadapi dua tes lainnya, yakni kompetisi tim dan kompetisi poster. Mereka juga masih memiliki sejumlah agenda kegiatan sebelum kepulangan pada 4 Agustus mendatang.
”Bagian terbaik bagi saya dari rangkaian kompetisi ini adalah saya kini memiliki banyak teman baru dan memiliki pemahaman lebih baik tentang posisi saya di dunia pendidikan,” tutur Shu Fay Ung, peserta asal Malaysia.
Hery priyantono/ muh fauzi
(bbg)