Pengamen Lulus SNMPTN dan Masuk UI

Jum'at, 31 Juli 2015 - 08:18 WIB
Pengamen Lulus SNMPTN...
Pengamen Lulus SNMPTN dan Masuk UI
A A A
DEPOK - Berbekal semangat dan kemauan yang kuat, pengamen asal Bondowoso, Jawa Timur ini lulus ujian seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan diterima di Universitas Indonesia (UI).

Dzulfikar Akbar Cordova(Dodo), 21, masuk Jurusan Ilmu Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). Kisah Dodo bisa masuk UI berawal ketika dirinya merantau ke Sumatera pada 2008. Di Lampung Selatan, dia sempat mengenyam pendidikan di SDN 1 Merakbatin, lalu melanjutkan ke SMP sambil bekerja.

”Sempat enggak sekolah lama karena cari uang,” kata Dodo ketika ditemui di Kampus UI, Depok, kemarin. Akhirnya dia menyadari untuk mengubah kehidupannya dan keluarga harus melanjutkan pendidikan. Pada 2014, dia memutuskan kembali ke Pulau JawadansinggahdiBogor. Ketika berada di sana, dia membaca berita di salah satu koran nasional mengenai Sekolah Masjid Terminal (Master) di Depok. ”Saya merasa ini sekolah untuk saya, kemudian saya minta izin ke bapak dan alhamdulillah diizinkan,” ucapnya.

Ketika teman-temannya menempuh jenjang SMA selama tiga tahun, Dodo justru hanya satu tahun belajar di Sekolah Master pada Agustus 2014. Baru kemudian pada Oktober 2014, dia mengikuti belajar intensif dalam Program Intensif Master Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UI. Meski hanya belajar intensif kurang dari setahun, semangat yang dimiliki anak pertama dari tiga bersaudara ini sangat tinggi.

Buktinya sambil belajar, dia nyambi kerja sebagai pengamen di angkutan perkotaan (angkot). Sehari-harinya Dodo meraup Rp50.000-Rp100.000 dari hasil mengamen. Saat mengikuti program intensif, dia harus mengurangi waktu mengamennya. Ketika ujian SNMPTN pada 9 Juni lalu, dia dengan penuh percaya diri mengikuti ujian bersama peserta lain. Akhirnya saat diumumkan pada 9 Juli, Dodo menjadi salah satu peserta yang berhasil lolos seleksi dan masuk UI. Segala kebutuhan kuliah kini mulai dipersiapkan Dodo, seperti kelengkapan suratsurat hingga mengurus beasiswa.

”Saya berhenti ngamen dan fokus kuliah dulu. Saya mau jadi ekonom,” tuturnya. Alasannya menjadi ekonom dilatarbelakangi kurang merakyatnya sistem ekonomi di Indonesia saat ini.

R ratna purnama
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved