Pilkada Sepi Peminat, Indikasi Krisis Demokrasi?

Rabu, 29 Juli 2015 - 06:39 WIB
Pilkada Sepi Peminat,...
Pilkada Sepi Peminat, Indikasi Krisis Demokrasi?
A A A
JAKARTA - Masa pendaftaran calon kepala daerah telah berakhir pada Selasa 28 Juli kemarin. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat ada 11 daerah yang hanya diikuti oleh satu pasangan calon kepala daerah. (Baca: Pilkada di 12 Daerah Sepi Peminat)

Bahkan di Kabupaten Boolang Mongondow, Sulawesi Utara tidak ada satu pun pasangan calon yang mendaftar ikut pemilihan kepala daerah (pilkada). Fenomena apakah ini?

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan menilai sepinya peserta pilkada harus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pilkada.

"KPU dan KPU daerah harus proaktif mencari tahu kenapa fenomena ini bisa terjadi. Kenapa kok hanya ada satu pasangan calon," tutur Bakir kepada Sindonews, Selasa 28 Juli 2015 malam.

Menurut dia, KPU sebagai penyelenggara negara harus proaktif mendorong partisipasi masyarakat dan partai politik untuk ikut serta dalam pilkada. (Baca: Komisi II Akan Evaluasi KPU Terkait Pendaftaran Pilkada)

Dia mengaku heran dengan fenomena sepinya peserta pilkada. Fenomena ini berbanding terbalik dengan pelaksanaan pilkada pada umumnya.

"Jika sebelumya partai politik pecah karena mendukung calon yang berbeda, sekarang kok justru calon kepala daerah tidak banyak," tutur Bakir.

Menurut dia, KPU tidak boleh tinggal diam apalagi menganggap fenomena ini sebagai hal biasa. Dia menilai kebijakan KPU yang akan menunda pelaksanaan pilkada jika dalam masa perpanjangan waktu hanya diikuti satu pasangan calon, bukan solusi yang tepat.

"Kalau soal menunda, itu hal yang mudah yangi tidak substantif. Harus ada kajian komprehensif untuk menganalisa kenapa hanya muncul satu pasangan calon," tuturnya.

Dia mengatakan, fenomena itu bisa saja menjadi indikasi adanya krisis kepercayaan partai politik dan masyarakat untuk terhadap perhelatan pilkada.

"KPU harus mencari tahu penyebab fenomena itu. Pilkada menjadi bagian penting demokrasi karena menyangkut kepercayaan atau optimisme berdemokrasi," tuturnya.


PILIHAN:


Ini Kriteria Golkar dalam Menetapkan Calon Kepala Daerah
(dam)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved