Polri Diminta Hati-hati Brimob Diberi Pelatihan Raider

Selasa, 28 Juli 2015 - 13:54 WIB
Polri Diminta Hati-hati...
Polri Diminta Hati-hati Brimob Diberi Pelatihan Raider
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa meminta Polri hati-hati terkait permintaannya pada TNI untuk menerapkan pelatihan raider pada Brimob. Menurutnya, kemampuan rider seperti yang dimiliki TNI tidak dibutuhkan oleh seluruh anggota Brimob.

"Kapolri harus hati-hati menempatkan orang. Karena Brimob gaya Kopassus ini mengkhawatirkan dan justru bisa menimbulkan masalah di sebagian wilayah nantinya," ujar Desmond saat dihubungi wartawan, Selasa (28/7/2015).

Dia mengatakan, bisa saja, pelatihan raider yang diterapkan untuk Brimob nantinya akan membuat konflik TNI-Polri semakin besar. "Konflik Polisi-TNI, tidak dilatih khusus saja seimbang gitu, khawatirnya ini memperkuat konflik antar korps," ucapnya.

Desmond menilai, daerah-daerah yang memang memiliki perlawanan separatis seperti Papua dan Aceh, memang dibutuhkan Brimob dengan kemampuan seperti yang dimiliki Kopassus.

Namun lanjut dia, untuk daerah seperti di Jawa, hal itu bisa berbahaya karena bisa membuat polisi menjadi arogan.

"Jadi menurut saya kita harus berhati-hati mensikapinya. Kalau bilang perlu ya perlu. Tapi seberapa banyak keperluannya kita harus bedakan," tegas politikus Partai Gerindra ini.

Ketua DPP Partai Gerindra itu mengatakan, jika Brimob memiliki kemampuan seperti TNI maka bisa menghilangkan unsur pendekatan Linmas dan Sabhara yang dimiliki Polri.

"Lagipula apakah semua anggota Brimob akan berkarir di Brimob, kan tidak. Ketika dia ditempatkan di satuan teritorial (Polda, Polres), wajah garang akan tetap ada. Ini akan jadi wajah kepolisian," ungkap Desmond.

Selain itu lanjut dia, TNI dilatih untuk melawan pihak luar yang ingin mengganggu kedaulatan Indonesia, sementara Brimob lebih banyak berhadapan dengan demonstran.

”Makanya saya kurang setuju kalau Polri dijadikan seperti Kopagsus, menghadapi demonstran dan pihak luar yang ingin mengganggu kita berbeda," ucapnya.

"Lebih baik diperkuat Densus saja. Ini akan jadi persoalan polisi masa depan, wajah polisi wajah sipil, lebih dekat dengan masyarakat," tandasnya.

Pilihan:

TNI Mutasi 84 Perwira

Kubu Ical Ungkap Praktik Dugaan Pemerasan Kader Golkar
(maf)
Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Mutasi Polri, Brigjen...
Mutasi Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Ditunjuk Jadi Kadiv Propam
Begini Suasana Pengamanan...
Begini Suasana Pengamanan Mabes Polri Pasca Penyerangan Teroris
Profil Irjen Pol Ramdani...
Profil Irjen Pol Ramdani Hidayat, Alumni Akpol 1990 yang Jabat Dankor Brimob
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Profil Komjen Pol Chryshnanda...
Profil Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved