IPW Akan Laporkan Persoalan Pelindo II ke Penegak Hukum
Jum'at, 24 Juli 2015 - 14:22 WIB
IPW Akan Laporkan Persoalan Pelindo II ke Penegak Hukum
A
A
A
JAKARTA - Pembelian alat bongkar muat oleh petinggi PT Pelindo II dinilai tidak dilakukan kajian kebutuhan, sehingga berpotensi kerugian sangat besar.
Presiden Indonesia Port Watch (IPW), Syaiful Hasan menuding petinggi PT Pelindo II patut diduga sengaja melakukan inefisiensi pelayanan dengan pembelian alat bongkar muat mahal dan kurang berkualitas.
“Kami menduga ada vested interest. Kami sudah siapkan data-datanya dan segera melaporkan kepada penegak hukum,” ujar Syaiful, Jakarta, Jumat (24/7/2015).
Dia mengungkapkan, pembelian alat bongkar tersebut untuk beberapa pelabuhan di Tanjung Priok, Palembang, Pontianak, Jambi, Teluk Bayur dan Pangkal Balam. Dia menyayangkan alat tersebut sekarang under utility, bahkan beberapa sama sekali tidak digunakan.
"Padahal, pembeliat alat bongkar muat tersebut harusnya untuk meningkatkan produktivitas pelabuhan. Sekarang malah banyak menganggur," tukasnya.
Presiden Indonesia Port Watch (IPW), Syaiful Hasan menuding petinggi PT Pelindo II patut diduga sengaja melakukan inefisiensi pelayanan dengan pembelian alat bongkar muat mahal dan kurang berkualitas.
“Kami menduga ada vested interest. Kami sudah siapkan data-datanya dan segera melaporkan kepada penegak hukum,” ujar Syaiful, Jakarta, Jumat (24/7/2015).
Dia mengungkapkan, pembelian alat bongkar tersebut untuk beberapa pelabuhan di Tanjung Priok, Palembang, Pontianak, Jambi, Teluk Bayur dan Pangkal Balam. Dia menyayangkan alat tersebut sekarang under utility, bahkan beberapa sama sekali tidak digunakan.
"Padahal, pembeliat alat bongkar muat tersebut harusnya untuk meningkatkan produktivitas pelabuhan. Sekarang malah banyak menganggur," tukasnya.
(kur)